Penghargaan ini merupakan wujud konsistensi Pupuk Kaltim dalam merealisasikan program TJSL
Samarinda (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil meraih 14 penghargaan dalam ajang TJSL & CSR Award 2025 yang diselenggarakan oleh BUMN Track.
"Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim dalam mengoptimalkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang selaras dengan empat pilar utama Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Sosial, Ekonomi, Lingkungan, serta Hukum dan Tata Kelola," kata Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Teguh Ismartono melalui keterangan tertulis yang diterima ANTARA Kaltim di Samarinda, Rabu.
Ia menyatakan bahwa 14 penghargaan tersebut terdiri dari lima kategori untuk perusahaan dan sembilan kategori UMKM Award bagi program binaan Pupuk Kaltim.
Untuk kategori perusahaan, Pupuk Kaltim berhasil membawa pulang dua Platinum di pilar lingkungan dan ekonomi, dua Gold di pilar sosial serta hukum dan tata kelola, serta penghargaan Strong Commitment Senior Officer on All Program 4 Pillar.
"Penghargaan ini merupakan wujud konsistensi Pupuk Kaltim dalam merealisasikan program TJSL. Kami tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga pada kebermanfaatan. Setiap program kami rancang melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat," ujar Teguh.
Ia menambahkan bahwa program TJSL Pupuk Kaltim selalu berorientasi pada pencapaian SDGs melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Inovasi dan digitalisasi terus diperkuat dalam implementasi program demi menjamin efektivitas dan keterukuran dampak yang dihasilkan. Seluruh program diarahkan untuk menjawab kebutuhan spesifik di masyarakat, membangun kemandirian, dan menciptakan nilai tambah di berbagai sektor.
"Melalui TJSL, Pupuk Kaltim turut menyokong pembangunan manusia dan lingkungan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap program yang kami jalankan senantiasa mengedepankan prinsip keberlanjutan, kolaborasi, dan dampak jangka panjang yang terukur," lanjutnya.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, peningkatan daya saing UMKM, pelestarian lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta penguatan tata kelola berbasis nilai dan integritas.
Perluasan jangkauan program melalui inovasi digital dan penguatan kolaborasi lintas sektor juga menjadi prioritas guna menciptakan dampak sosial yang merata dan berkelanjutan.
Selain penghargaan utama TJSL & CSR Award 2025, sejumlah program binaan Pupuk Kaltim turut mendominasi UMKM Award 2025 dengan meraih sembilan penghargaan.
Di antaranya adalah Best Performance Technology Information Sectoruntuk program Borneos, Best Performance Recreation Facility pada inisiatif mangrove Telok Bangko, dan Best Performance Rehabilitation Sector untuk pemanfaatan karung bekas oleh CV Ida Sablon.
Pupuk Kaltim juga meraih Gold Winner untuk pembinaan Batik Beras Basah, Silver Winner pada program Cangkang Salona, serta tiga Bronze Winner untuk program Pujasera NPK Pelangi, Koperasi Bina Sukses, dan produktivitas Ecoprint dari UMKM binaan di Kota Bontang.
"Dari seluruh gagasan tersebut, Pupuk Kaltim juga berhasil memboyong predikat The Most Committed BUMN Pembina UMKM on All Sector, karena dinilai mampu menciptakan dampak nyata jangka panjang dalam membangun UMKM lokal yang berdaya saing," papar Teguh.
Predikat tersebut didasari keberhasilan perusahaan dalam merancang dan melaksanakan program pembinaan yang tidak hanya sebatas pemberian modal, tetapi juga mencakup pelatihan, pendampingan, akses pasar, hingga digitalisasi usaha bagi mitra binaan.
Pola pembinaan ini dinilai mampu mendorong transformasi dari usaha tradisional menjadi usaha produktif yang berdaya saing.
Ketua Komite Penilai TJSL & CSR Award 2025 sekaligus Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Thendri Supriatno, mengatakan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi tertinggi bagi BUMN dan anak perusahaan BUMN atas praktik terbaik yang selaras dengan empat pilar SDGs.
Penilaian juga melihat realisasi program TJSL yang berdampak pada penciptaan nilai tambah melalui strategi bisnis terintegrasi atau Creating Shared Value (CSV) sebagai pengembangan dari Corporate Social Responsibility (CSR).
"TJSL BUMN tidak lagi dapat dipandang sebagai program pelengkap, namun bagian integral dari strategi korporasi BUMN dalam menciptakan dampak berkelanjutan di masyarakat. Mulai dari penguatan ekonomi, pelestarian lingkungan hidup, hingga kontribusi terhadap sistem hukum dan tata kelola sosial yang adil dan beradab," papar Thendri.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.