Kali ini istimewa, karena dia sekaligus menyerahkan bantuan berupa sapi, traktor tangan, alat perontok padi, alat penggilingan padi, dan paket bibit karet unggul, pupuk serta obat rumput (herbisida) yang didanai APBD Kaltim 2011 dan 2012.
"Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur karena apa yang saya perjuangkan untuk membantu para petani sudah mereka terima semua pada masa reses persidangan II 2012 ini. Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan sesama anggota Dewan yang turut memberikan dukungan, sehingga bantuan bagi para petani tersebut dapat diwujudkan," kata politisi PDI Perjuangan yang hari ini (1/10) resmi mengucapkan sumpah sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltim tersebut.
Konsennya selama menjadi anggota DPRD Provinsi adalah membantu petani. Bukan tanpa alasan, petani yang umumnya tinggal di desa-desa umumnya bernasib kurang baik. Mereka masih terpinggirkan. Padahal memakmurkan petani, berarti memakmurkan sebagian besar rakyat Kalimantan Timur.
Total sapi yang dibagikan kepada petani sebanyak 298 ekor, terbagi atas 138 ekor pada tahun anggaran 2011 untuk 11 kelompok tani dan 160 ekor pada tahun anggaran 2012 untuk 13 kelompok tani di Kukar, Kubar, PPU dan Samarinda.
"Saya ada juga membantu petani di PPU dan Samarinda, meskipun itu di luar Dapil saya. Tapi bagi saya yang penting mereka adalah petani-petani Kaltim yang layak dibantu," kata mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim 1995-2005 tersebut.
Tidak hanya itu, Sofyan Alex juga merealisasikan bantuan 18 traktor tangan (hand tractor) dari APBD Kaltim 2012, yakni untuk 16 kelompok tani di Kukar serta masing-masing satu kelompok tani di Kutai Barat dan PPU. Juga tujuh alat perontok padi untuk enam kelompok tani di Kukar dan satu kelompok tani di PPU.
Selain itu juga satu alat penggilingan padi untuk kelompok tani Legiun Veteran Fajar Harapan di Marang Kayu, Kukar.
Suami Hj Syahriati Maksid dan ayah empat orang anak ini juga membantu petani paket bibit karet unggul, pupuk dan obat rumput (herbisida) kepada kelompok tani di Kecamatan Loa Janan, Samboja, dan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, serta Kecamatan Bongan, Kutai Barat yang mengelola total luas lahan 249 hektare.
"Setiap petani yang saya temui umumnya menyayangkan mengapa pemerintah membiarkan lahan-lahan kosong tanpa dikelola. Padahal bisa dimanfaatkan untuk pertanian produktif," kata Aji Sofyan Alex.
Di luar kepeduliannya kepada petani, dia juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Di lahan bekas peternakan ayamnya di Batuah, Kutai Kartanegara seluas dua hektar, dia mendirikan Masjid Al Muchlisin. Masjid berukuran mungil 12x12 m2 yang terletak persis di pinggir jalan Samarinda-Balikpapan tersebut juga berfungsi sebagai TK/TP Al Qur’an.
"Ada 40 orang anak didiknya, diasuh alumni Pondok Pesantren Hidayatullah, Ustadz Lukman Ibrahim. Mudah-mudahan akhir 2012 ini saya bisa mewujudkan bangunan sendiri untuk TK/TP Al Qur’an tersebut," kata Sofyan Alex.
Pembangunan masjid tersebut merupakan ide putra keduanya, Bony dan anak angkatnya, Arman. Peletakan batu pertamanya 22 Januari 2009 dan bangunan difungsikan 22 Januari 2010, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-66.
Hari ini, dalam rapat paripurna istimewa IV, Aji Sofyan Alex secara resmi mengucapkan sumpah sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltim, menggantikan koleganya, Marten Apuy. Bagaimana pandangannya terhadap tugas-tugas baru yang bakal dia emban? Berikut wawancara M Imron Rosyadi dengan sosok yang dikenal memiliki rasa setia kawan tinggi tersebut:
Anda segera resmi menjadi Wakil Ketua DPRD Kaltim. Komentar Anda?
Tentu jabatan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini adalah amanah yang berat bagi saya. Saya akan mulai dengan konsolidasi diri saya sendiri, dilanjutkan dengan rekan-rekan satu fraksi, rekan-rekan fraksi yang lain dan dengan unsur pimpinan DPRD Kaltim lainnya. Dengan dukungan semua pihak, terutama rekan-rekan anggota dan pimpinan DPRD Kaltim, semoga saya dapat melaksanakan amanah dan tugas ini dengan baik.
Memimpin DPRD Kaltim itu kolektif kolegial, saya harus banyak belajar agar saya dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi saya dengan baik.
Anda masih rangkap jabatan?
Iya sementara ini saya masih menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan, anggota Badan Kehormatan dan anggota Komisi III. Tentu jabatan-jabatan tersebut harus saya limpahkan ke kawan-kawan lain di Fraksi PDI Perjuangan. Secara internal, saya sudah sempat bicara dengan rekan-rekan soal ini. Tapi tentu saya akan meminta arahan dari DPP dan juga konsultasi dengan Pak Emir Moeis, sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim sebelum saya.
Sudah ada nama-nama yang direkomendasikan?
Belum, belum sampai ke sana. Tapi siapa pun orangnya, mereka adalah kader-kader terbaik partai. Semua kawan-kawan sefraksi mempunyai potensi untuk mengisi jabatan-jabatan tersebut.
Anda Wakil Ketua yang mengkoordinir Komisi II. Sepertinya kembali ke asal?
Iya, sebelumnya saya sempat dipercaya rekan-rekan memimpin Komisi II selama satu tahun. Kemudian menjadi anggota biasa, sampai akhirnya saya pindah ke Komisi III. Tentu bidang tugas Komisi II bukan hal baru bagi saya, karena itu semoga saja keberadaan saya nanti juga bisa membawa manfaat dan meningkatkan kinerja Komisi II dalam hubungannya dengan program-program pembangunan di bidang ekonomi dan keuangan, yang diharapkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan rakyat Kaltim.
Harapan Anda terhadap DPRD Kaltim di sisa masa jabatan dua tahun terakhir ini?
Kita harus meningkatkan kinerja untuk rakyat Kalimantan Timur. Untuk hal-hal yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat, kita harus rela melepaskan kepentingan pribadi, fraksi, maupun partai politik. Semua harus kompak mengamankan kebijakan-kebijakan pembangunan demi rakyat.
Semoga keberadaan saya sebagai unsur pimpinan DPRD Kaltim, bersama-sama pimpinan yang lain, dapat mewujudkan itu. Kegiatan semacam outbond yang pernah dilaksanakan DPRD Kaltim sebenarnya bagus untuk mewujudkan semangat kebersamaan, sayangnya karena kesibukan lain, tak semua anggota bisa ikut. Intinya, apa pun kalau diperjuangkan bersama pasti lebih berhasil dibanding sendiri-sendiri atau dengan kelompok kecil. (Humas/adv/mir)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.