"Sementara baru dua titik, selanjutnya masih akan dibuat di titik rawan kecelakaan lainnya," kata Kepala Dishubkominfo Berau Fahmi Rizani SH di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu.
Keberadaan pita penggaduh ini nantinya akan dievaluasi kembali tingkat keberhasilannya.
"Dua lokasi yang dipasang pita penggaduh adalah yang pertama di Jalan Pulau Derawan dalam kota dan Kecamatan Sambaliung tepatnya di Jalan Gunung Kasiran yang memang sudah sangat sering memakan korban," ujar Fahmi.
Pemasangan pita penggaduh itu, katanya, diharapkan bisa mengurangi korban jiwa dan harta akibat kecelakaan khususnya di tempat tersebut.
Pita penggaduh merupakan media serupa marka pembatas jalan yang dipasang melintang dengan ketebalan tertentu dan dipasang sejajar
berdekatan.
"Pengemudi baik roda dua dan empat akan tersadar jika melalui pita penggaduh ini karena kendaraan akan bergetar, dan biasanya otomatis akan mengurangi kecepatan atau konsentrasi kembali dari lamunan atau saat mengantuk," kata Fahmi.
Kedua titik akan dievaluasi dengan melihat angka kecelakaan pascapemasangan pita penggaduh.
Sementara itu, katanya, saat ini juga telah dilakukan pemantauan dengan mendata sejumlah titik rawan lain yang dinilai rawan kecelakaan.
Pemantauan itu, katanya, dilakukan dengan kerja sama dan koordinasi dengan Satlantas Polres Berau yang bersama turun ke jalan memantau titik rawan itu untuk melihat potensi kecelakaan.
Pasalnya, kata dia, masih ada ruas jalan yang mengalami kerusakan kecil namun besar potensi kecelakaan yang diciptakan.
"Mulai kemiringan jalan, ketajaman tikungan dan faktor-faktor lainnya, dan itu yang akan kita pasangi pita penggaduh dengan harapan angka kecelakaan bisa berkurang," ucap Fahmi.
Selain itu, katanya, pemenuhan kebutuhan rambu jalan juga tengah diupayakan khususnya jalan luar kota yang rawan kecelakaan. (*)
Pewarta: Helda MildianaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.