Nunukan (ANTARA News Kaltim)- Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Nunukan dalam menyerap pagu anggaran pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2012 yang paling rendah dibandingkan instansi lainnya di daerah itu.

Rendahnya daya serap akibat berbagai faktor, terutama keterlambatan pelaksanaan tender pada sejumlah kegiatan proyek di unit kerja ini, kata Kepala Bidang Keuangan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nunukan, Nana Sukarna, Senin.

Ia mengatakan, realisasi penyerapan dana hingga 8 Agustus 2012, baru terealisasi sekitar lima persen atau Rp 196 juta dari nilai pagu sebesar Rp 393, 81 miliar.

Sedangkan realisasi penggunaan anggaran paling tinggi hingga triwulan III adalah di Badan Kepegawaian, Diklat dan Daerah (BKDD) sekitar 62 persen lebih, katanya.

Realisasi penggunaan anggaran tertinggi di unit kerja ini karena memang tidak memiliki kegiatan fisik dibandingkan dengan lainnya.

Dengan demikian sangat wajar, jika daya serap anggaran cepat dilakukan, jelas Nana.

Ia mengakui, akibat rendahnya daya serap anggaran ikut menghambat pembahasan APBD Perubahan yang seharusnya sudah dilakukan pada Juli 2012.

DPU belum menyetorkan estimasi APBD-P untuk tahun 2012, makanya draf belum diajukan ke DPRD Nunukan, katanya.

"Kita sudah diberi batas waktu hari ini (13/8), jika tidak diajukan kita tinggalkan saja," bebernya.


Pewarta: Muhammad Rusman
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026