Penghargaan predikat Gold ini merupakan bukti nyata keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan yang dirancang berbasis potensi masyarakat

Samarinda (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur meraih penghargaan CSR dan PDB Awards 2026 dengan predikat Gold dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

"Penghargaan predikat Gold ini merupakan bukti nyata keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan yang dirancang berbasis potensi masyarakat," kata Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra melalui keterangan tertulis di Samarinda, Rabu.

Rafli menjelaskan penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut diraih melalui keberhasilan pelaksanaan program inovatif Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi.

Program unggulan pemberdayaan masyarakat bernama PKT BISA tersebut diimplementasikan secara terpadu di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

"Inovasi PKT BISA mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, hingga energi terbarukan dalam satu ekosistem berkelanjutan," ujar Rafli.

Pengembangan ekosistem agribisnis sejak 2021 tersebut secara bertahap berhasil mengolah limbah peternakan dan perikanan menjadi sumber energi biogas serta pupuk kompos.

Pemanfaatan energi biogas ramah lingkungan tersebut difungsikan secara optimal untuk mendukung pengeringan hasil pertanian dan aktivitas produksi usaha masyarakat.

Pupuk Kaltim meraih penghargaan CSR dan PDB Awards 2026 dengan predikat Gold dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. (Antara Kaltim/HO-PKT)

 

"Prinsip ekonomi sirkular yang diterapkan mampu mengonversi limbah organik menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai ekonomis bagi warga," tutur Rafli. Dampak positif program terlihat pada peningkatan produktivitas pertanian, di mana petani binaan mampu meningkatkan intensitas panen padi hingga empat kali setahun.

Capaian produksi pertanian pada lahan 10 hektare tersebut menembus 70 ton padi, 5 ton kacang tanah, serta 81 ton jagung via pendampingan Agrosolution. "Pupuk Kaltim memproyeksikan program PKT BISA berkembang menjadi Pusat Agroedukasi terpadu sekaligus membuka peluang replikasi model pemberdayaan di wilayah lain," kata Rafli.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengapresiasi kontribusi berkelanjutan Pupuk Kaltim dalam mempercepat kemandirian ekonomi perdesaan. Ahmad Riza Patria menegaskan partisipasi aktif dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial menjadi bagian krusial dalam melengkapi agenda pembangunan pemerintah.

​​​​​​​"Sinergi erat antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing," tegas Riza.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026