Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kobaran api terlihat membumbung di salah satu rumah warga di RT 10 pada Rabu malam sekitar pukul 19. 00 Wita.
"Saya tidak tahu apa penyebabnya yang jelas, api mulai terlihat berkobar dari tengah-tengah pemukiman padat di RT. 10 kemudian dengan cepat menyambar rumah warga lainnya," ungkap seorang saksi mata, Rahman.
Puluhan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan terlihat sempat kesulitan memadamkan kobaran api akibat lokasi berada di gang sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam mendekati lokasi kebakaran.
"Hanya pakaian yang melekat di badan yang tersisa karena api dengan cepat membakar rumah saya," kata seorang warga, Fatimah.
Puluhan petugas pemadam kebakaran dibantu warga terlihat terus berupaya memadamkan kobaran api, namun akibat angin yang berhembus sangat kencang membuat kobaran terus membumbung tinggi dan dengan cepat merambah ke rumah warga lainnya.
Sementara, sejumlah warga terlihat sempat memaksa mobil pemadam kebakaran yang sudah kehabisan air agar tetap berada di lokasi untuk memblokade kobaran api yang mulai mendekati rumah mereka.
Namun, ketegangan tidak berlangsung lama dan warga akhirnya memperbolehkan mobil pemadam kebakaran meninggalkan lokasi untuk melakukan pengisian air.
"Kami panik sebab api sudah semakin mendekati sementara beberapa mobil pemadam kebakaran kehabisan air padahal banyak sumur warga yang bisa digunakan untuk mengisi air," ungkap seorang warga, Agus.
Hingga pukul 20. 15 Wita petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan kobaran api.
Belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian terkait penyebab dan jumlah pasti rumah yang hangus terbakar pada peristiwa tersebut. (*)
Pewarta: AmirullahEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.