Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan keberadaan Bandara Samarinda Baru (BSB) akan menghubungkan 16 bandara lain yang tersebar di Kaltim.

"Di Kaltim terdapat 16 bandara besar dan kecil. Namun, keberadaannya belum saling terkoneksi karena keterbatasan sarana dan prasarana. Kita berharap keberadaan BSB nanti mampu menjadikan semua bandara itu saling terkoneksi," ujar Gubernur saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Terminal BSB di Samarinda, Senin.

Menurut dia, sudah saatnya Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kaltim memiliki bandara yang representatif karena keberadaannya sebagai pendukung berbagai kegiatan sektor industri di kabupaten dan kota di sekitar Samarinda.

Keberadaan BSB, lanjut dia, kelak juga akan dapat menjadi destinasi (tujuan) penerbangan lokal di Kaltim maupun untuk regional Kalimantan.

Gubernur menginginkan adanya jembatan udara di Kaltim dan Kalimantan yang dapat diandalkan seperti BSB sehingga daerah-daerah, baik di Kaltim maupun Kalimantan, saling terkoneksi.

Bandara Samarinda Baru, lanjut dia, tidak hanya akan melayani lalu lintas penumpang, tetapi juga untuk barang (kargo) karena berkaitan dengan kegiatan industri yang sedang berjalan di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.

Dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), kata dia, Kaltim tidak hanya membangun bandara, tetapi juga pelabuhan laut, jalan, jembatan, sarana air bersih, dan kelistrikan demi pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga meminta pembangunan BSB tidak seperti Bandara Temindung yang tidak dapat dikembangkan karena terlalu dekat dengan permukiman penduduk.

"Jangan sampai BSB ini menjadi Temindung kedua. Begitu bandara dibangun, orang-orang langsung membangun rumah di sekitar bandara. Keadaan ini harus kita cegah. Pemkot Samarinda harus menyiapkan perda tentang larangan membangun di sekitar BSB," ujarnya.

Gubernur juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat segera menyiapkan program untuk membangun jalan ke bandara dan melakukan pelebaran jalan menuju bandara yang diusulkan ke pemerintah pusat melalui APBN.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim H. Zairin Zain mengatakan bahwa pembangunan sisi darat BSB tersebut semuanya terdapat tiga paket.

Paket kedua, kata dia, terdiri atas bangunan publik yang di dalamnya terdapat gedung terminal dan lahan parkir kendaraan, sedangkan paket ketiga meliputi bangunan penunjang, di antaranya terdapat medical centre, staff housing, administration building, hanggar, canteen/staff resataurant, dan fuel farm.

Tiga paket yang akan dibangun itu, lanjut dia, nilai totalnya mencapai Rp696 miliar. Adapun dananya bersumber dari APBD Kaltim dengan sistem tahun jamak mulai 2011, 2012, dan 2013.

Ia lantas memerinci anggaran tersebut, yakni senilai Rp378 miliar untuk paket pertama, kemudian untuk paket kedua sebesar Rp208 miliar, dan paket ketiga sebesar Rp110 miliar.

Sementara itu, untuk sisi udara akan dibangun oleh PT Bakrie Capital dengan panjang landasan pacu 2.500 meter. Bandara Samarinda Baruini disiapkan menjadi airport yang modern oleh Kementerian Perhubungan, katanya. (*)



Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026