Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Neraca perdagangan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami surplus sebesar 6,73 miliar dolar AS, yakni dari pendapatan dari nilai ekspor sebesar 8,63 miliar dolar AS, dikurangi nilai impor sebesar 1,90 dolar AS.

"Jika dirinci per bulan, maka surplus terbanyak terjadi pada Maret yang mencapai 2,306 miliar dolar AS," ujar Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS)- Badan Pusat Statistik Kaltim Achmad Zaini di Samarinda, Senin.

Pada Januari, lanjutnya, Kaltim mengalami surplus sebanyak 2,252 milair dolar AS, yakni dari nilai ekspor sebanyak 2,779 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor dari sejumlah negara eksportir senilai 526 juta dolar AS.

Kemudian pada Februari mengalami surplus 2,172 miliar dolar AS, yakni dari nilai ekspor sebanyak 2,676 miliar dolar AS, sedangkan untuk nilai impor sebesar 504,3 juta dolar AS.

Sementara pada Maret mengalami surplus 2,306 miliar dolar AS, rinciannya adalah hasil ekspor senilai 3,170 miliar dolar AS, sedangkan untuk impor dengan nilai 864 juta dolar AS.

Menurut Zaini, komoditi dari Kaltim yang diekspor ke sejumlah negara tujuan dalam periode Januari-Maret 2012 yang tertinggi adalah bahan bakar mineral yang mencapai 94,64 persen dengan nilai 8,16 miliar dolar AS.

Urutan kedua terbanyak adalah ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati yang sebesar 1,61 persen dengan nilai 0,14 miliar dolar AS.

Kemudian ekspor kayu dan barang-barang olahan atau kerajinan dari kayu menempati posisi ketiga yang sebesar 1,25 persen, atau senilai 0,11 miliar dolar AS.

Sedangkan komoditi yang diimpor dari berbagai negara seperti Angola, Malaysia, dan Nigeria dalam periode yang sama, adalah bahan bakar mineral dengan nilai 1,296 miliar dolar AS.

Menempati posisi kedua jenis komoditi yang diimpor Kaltim adalah mesin dan peralatan mekanis, serta bagian dari padanya yang sebesar 244,97 juta dolar AS.

Rinciannya adalah, pada Januari mengimpor peralatan mekanis senilai 58,19 juta dolar AS, pada Februari mengimpor senilai 64,64 juta dolar AS, dan pada Maret nilai yang diimpor naik menjadi 122,14 juta dolar AS.

Berada di urutan tiga adalah impor kapal, perahu, dan struktur terapung yang senilai 102,13 juta dolar AS. Rinciannya adalah pada Januari sebesar 21,44 juta dolar AS, Februari 11,83 juta dolar AS, dan pada Maret mengimpor komoditi ini senilai 68,87 juta dolar AS.   (*)



Pewarta: M Ghofar
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026