"Para juara dalam kegiatan ini akan mewakil Kaltim untuk berelaga di tingkat nasional, untuk itu semua peserta harus bersungguh-sungguh dan jujur dalam bertanding," kata Awang Faroek dalam pidato di hadapan peserta dan unsur Dinas Pendidikan se- Kaltim, di Samarinda, Kamis.
Kegiatan ini secara resmi dilakukan selama lima hari, sejak 9 hingga 13 Mei 2012, yakni mulai peserta datang hingga meninggalkan Samarinda, namun secara resmi baru dibuka pada 10 Mei dan peserta langsung bertanding hingga 11 Mei.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 419 siswa SMA dan yang sederajat. Mereka terdiri dari 275 atlet O2SN dan sebanyak 144 peserta FLS2N.
Dalam sambutannya, gubernur berharap agar peserta O2SN dan FLS2N tingkat provinsi dapat bertanding dengan semangat, jujur, dan sportif.
Tujuannya adalah, agar dapat menghasilkan juara yang akan menjadi duta Provinsi Kaltim yang andal dan meraih sukses di tingkat nasional, yaitu O2SN yang digelar di Palembang dan FLS2N di Mataram.
Pemerintah sebagai pengelola dan penyelenggara pendidikan, lanjutnya, terus berupaya dalam melaksanakan berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
Ujung tombak mutu pendidikan adalah kegiatan proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran itu akan lebih efektif apabila ditunjang dengan pengetahuan, kemampuan, perilaku, kondisi kesehatan, dan daya kreativitas siswa.
Untuk mencapai semua itu, maka bidang olahraga dan Seni merupakan unsur di dalamnya. Pemanfaatan kebudayaan secara selektif oleh orang yang sehat akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kreatif.
Pendidikan sebagai unsur kebudayaan memiliki peran yang strategis saat ini, demikian pula dengan bahasa sebagai media komunikasi, termasuk kondisi kesehatan yang ditunjang melalui beberapa kegiatan antara lain melalui bidang olahraga dan kesenian.
Kegiatan yang lebih mengarah pada proses pembelajaran telah dilaksanakan di sekolah melalui kurikulum dan memberdayakan sekolah, perlu didukung dengan wadah yang menampung kegiatan tersebut, yakni dalam bentuk pertandingan.
Kegiatan O2SN dan FLS2N merupakan kegiatan pertandingan yang sering dilaksanakan oleh sekolah. Kegiatan ini juga merupakan wahana bagi siswa untuk mengekspresikan diri.
Olahraga dan kesenian juga memiliki posisi yang strategis dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan olahraga dan kesenian, siswa akan mampu mengasah kepekaan hati dan nurani yang akan memperluas budi pekerti dan tingkah laku.
"Kegiatan ini diharapkan mampu mewadahi berbagai kegiatan olahraga, seni dan sastra. Termasuk akan mampu mengangkat potensi yang dimiliki siswa sehingga mampu memberikan prestasi dan kebanggaan bagi dunia pendidikan," kata Awang. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.