Para perempuan kepala rumah tangga baru inilah yang perlu diberdayakan di berbagai lini kehidupan baik dalam peran maupun kualitas hidupnya,Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan melakukan pendataan jumlah perempuan kepala rumah tangga prasejahtera yang menjalankan usaha mikro karena data dan gambaran untuk pembuat kebijakan belum ada.
"Fakta menunjukkan bahwa tidak sedikit rumah tangga dengan kehidupan pas-pasan yang dipimpin oleh perempuan dengan kapabilitas seadanya," ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kaltim Halda Arsyad di Samarinda, Ahad.
Kepala rumah tangga perempuan dengan kapabilitas seadanya ini, sehingga mereka harus berjuang menghidupi keluarga yang rata-rata terdiri dari lima orang, sementara rumah tangga yang dipimpin oleh perempuan lebih berisiko terjerembab ke dalam kemiskinan.
Didampingi Kabid Kesetaraan Gender Dwi Hartini, Halda mengatakan berdasarkan data BPS Tahun 2017 sebanyak 27,77 juta penduduk Indonesia tergolong miskin, atau mencakup 10,64 persen dari total jumlah penduduk.
Dwi melanjutkan, data tahun 2018 menyebutkan bahwa sumbangan pendapatan perempuan adalah 23,64 persen dan andil pendapatan dari laki-laki 76,36 persen. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan belum banyak berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga.
Di sisi lain, katanya, angka kekerasan pada anak juga cukup tinggi di Kaltim, sehingga hal ini akan memunculkan perempuan rumah tangga rentan terhadap berbagai masalah sosial kemiskinan.
"Para perempuan kepala rumah tangga baru inilah yang perlu diberdayakan di berbagai lini kehidupan baik dalam peran maupun kualitas hidupnya, sehingga akan berujung pada penguatan ketahanan keluarga," tuturnya.
Ia juga mengatakan bahwa dua hari lalu DP3A Kaltim menggelar Seminar Kajian Perempuan Kepala Rumah Tangga Miskin yang Mempunyai Usaha Ekonomi, terutama yang berada di Kota Samarinda.
Kegiatan ini sebagai upaya pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender sehingga ke depan dapat disusun rencana dan tindak lanjut, termasuk sebagai dasar intervensi pemerintah untuk pengentasan kemiskinan.
"Melalui ini juga diharapkan akan tersedia data dalam bentuk buku yang komprehensif tentang perempuan kepala rumah tangga di Kaltim, khususnya di Samarinda, Bontang dan Kabupaten Kutai Timur. Selain itu, akan terpetakan persoalan yang dihadapi mereka sehari-hari," kata Dwi.*
Pewarta: M.GhofarEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.