Dari pantauan Antara hingga pukul 01. 00 Wita, puluhan kendaraan roda empat dan kendaran roda dua terlihat mengantri untuk membeli bensin premium yang bersubsidi di SPBU Jalan Kusuma Bangsa.
Seorang petugas kepolisian berpakaian lengkap terlihat disiagakan untuk mengatur dan menertibkan antrean kendaraan di SPBU yang berada di pusat Kota Samarinda tersebut.
Antrean panjang juga disebabkan, karena hanya ada satu pompa dengan dua selang di SPBU tersebut yang dioperasikan melayani antrean mobil dan motor untuk mengisi premium.
Sementara, pompa khusus bagi kendaraan roda dua tidak dioperasikan begitu pula dengan pompa pengisian solar dan pertamax.
"Saya baru tahu tadi siang (Kamis) ada SPBU yang buka selama 24 jam sehingga saya coba-coba datang dan ternyata benar sehingga saya ikut mengantre mengisi premium," kata Wawan yang ditemui saat mengantre di SPBU itu.
Walaupun dijaga polisi, beberapa motor dengan jerigen berkapasitas tangki belasan liter terlihat ikut mengantre bersama kendaraan lainnya.
Pelayanan pembelian BBM selama 24 jam yang sudah berlangsung dua hari itu juga terlihat di SPBU Jalan RE Martadinata hingga Jumat dinihari.
Seperti di SPBU Jalan Kusuma Bangsa di tempat ini juga masih terlihat antrian kendaraan untuk membeli BBM.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak di Samarinda Rabu, usai memimpin rapat koordinasi terkait rencana kenaikan harga BBM yang juga diikuti Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subekti, Wakapolda Brigjen Pol Rusli Nasution, para bupati/wali kota, pejabat dinas/instansi dan Pertamina, mengatakan telah meminta beberapa SPBU di Kaltim khususnya di Kota Samairnda dan Balikpapan untuk membuka pelayanan 24 jam.
"Saya telah meminta pihak Pertamina agar membuka pelayanan selama 24 pada beberapa SPBU di kaltim, khususnya di Kota Samarinda dan Balikpapan untuk mengurangi antrean. Jadi, warga yang tidak sempat membeli BBM pada siang hari bisa mengantri BBM pada SPBU yang buka pada malam hari," kata Awang. (*)
Pewarta: AmirullahEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.