"Prancis punya program kepemerintahan dan pariwisata yang bagus," kata Dubes Lortholary di Balaikota Balikpapan, Jalan Jenderal Soedirman Nomor 1.
Pemerintan Kota Balikpapan juga menawarkan kerjasama di bidang pertanian dan perikanan-kelautan. Dalam hal ini, Kedutaan Prancis pernah menjadi sponsor seminar kelautan di Bogor awal Maret ini.
Berkenaan dengan pariwisata, Dubes Lortholary juga ingin tahu pariwisata Balikpapan dan Kalimantan Timur seluruhnya. Ia ingin tahun seluruh potensi yang ada sehingga bisa membuka peluang maksimal kerjasama antarkedua pemerintah atau antar pihak-pihak ketiga yang terlibat.
Selain itu, Dubes Lortholary juga menilai Balikpapan sudah berkembang dengan cukup baik. Kunjungan kali ini adalah kunjungan Lortholary yang kedua.
"Yang pertama 20 tahun yang lalu," ujar Dubes yang fasih berbahasa Mandarin itu.
Seperti tersebut dalam brosur-brosur wisata tentang Balikpapan, kota Balikpapan dan Kalimantan Timur memiliki wisata alam, wisata petualangan, dan wisata sejarah. Untuk wisata alam dihadirkan pantai dan hutan seperti Pantai Manggar Segara Sari, Pantai Lamaru, hutan tropis yang berusia 12 juta tahun, yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), dan Mangrove Center di kawasan Somber, Balikpapan Utara.
"Kalau di HLSW dan Mangrove Center bisa juga jadi wisata petualangan, bahkan juga wisata pendidikan," kata Hamsuri, Kepala Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH).
Di kawasan-kawasan itu hidup flora dan fauna langka yang bisa jadi obyek pariwisata tak ternilai seperti pohon ulin, anggrek, hingga beruang madu.
Untuk wisata sejarah, Balikpapan memiliki banyak peninggalan Perang Dunia II yang tidak terurus, yang belum sepenuhnya dijadikan obyek wisata andalan seperti makam para serdadu Jepang, gua-gua pertahanan Jepang, dan bekas kubu-kubu pasukan Dai Nippon tersebut.
"Untung saja ada sudah ada cagar budaya seperti rumah panggung di Karang Anyar," sambung Hamsuri.
Bertrand Lortholary sebelum menjadi duta besar di Indonesia pernah menjadi konselor di Biro Urusan Afrika/Afrika Tengah di Kementerian Luar Negeri Prancis di Paris, dan asisten khusus di Sekretariat Politik dan Keamanan. Lortholary belajar di Universitas Paris-Dauphine dan mendapatkan gelar MBA. Kemudian ia belajar ilmu politik di Institute for Political Science di Paris dan belajar bahasa Mandarin di French National School of Oriental Languages. (*)
Pewarta: Novi Abdi: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026