Samarinda, (ANTARA News Kaltim) - Pelatih Kepala Sepak Bola Kalimantan Timur untuk PON XVIII-2012 di Riau Rudy William Keltjes optimistis bahwa anak asuhnya bisa menyumbangkan satu mendali emas dari cabang olahraga tersebut.

"Optimistis karena melihat kualitas pemain serta prestasi mereka, misalnya Kaltim mampu mengalahkan tim Brunei dalam babak final di Sukan Borneo IV-2011," kata Rudy William Keltjes di Samarinda, Senin.

Tim Brunei dengan kekuatan yang sama yang dikalahkan Kaltim (1-2) pada Sukan Borneo atau "PON wilayah Borneo (seluruh provinsi di Kalimantan, Brunei Darussalam, Serawak, Sabah dan Labuan) ternyata mengalahkan Timnas di ajang Piala Sultan Hassanal Bolkiah, beberapa hari lalu.

Kaltim sempat tertinggal 0-1 bahkan bermain hanya 10 pemain, karena satu pemain terkena kartu merah namun anak asuh Rudy itu berhasil menumbangkan  Brunei dengan skor akhir 2-1.

Sukan Borneo adalah "Pekan Olahraga antardaerah dan negara se-wilayah Borneo (Kalimantan) yang anggotanya, Brunei Darussalam, Malaysia (Sabah, Labuan, dan Serawak) serta seluruh provinsi di Kalimantan.

Sukan Borneo 2011 di Samarinda (Kaltim) merupakan yang ke-empat setelah sukan pertama di Brunei Darussalam pada 1954, disusul Sukan Borneo di Sarawak pada 2007 dan di Brunei Darussalam pada 2009.

Prestasi kesebelasan Kaltim lainnya, antara lain meraih perunggu pada PON XVII-2008 Kaltim dan memimpin dalam kualifikasi PON Zona Kalimantan 2011.

"Optimistis sehingga Kaltim menargetkan satu emas dari cabang olahraga sepak bola," kata Rudy yang ditemui di sela-sela latihan di lapangan sepak bola Stadion Madya Sempaja Samarinda, yakni bagian dari pelaksanaan Puslatda (Pusat Pelatihan Daerah) PON Kaltim yang sejak kemarin resmi berjalan.

"Tentu mencapai target emas itu bukan perkara mudah sehingga perlu kerja keras bagi pemain untuk menjalankan semua instruksi pelatih dalam persiapan ini," ujar Rudy Keltejes.

Rudy juga mengaku bahwa selama menangani kesebelasan PON Kaltim tidak menemui hambatan berarti sehingga cukup menikmati tugasnya sebagai pelatih kepala.

Keterlibatannya dalam membantu Kaltim karena obsesinya ingin mengukir prestasi pada kejuaraan selevel PON. Rudi sebenarnya mendapat tawaran menganangi Persidafon Dafonsoro di ISL akan tetapi lebih memilih menjadi arsitek PON  Kaltim.(*)

Pewarta: Dt Iskandar Z
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026