Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Perpanjangan landasan pacu setidaknya dilakukan di lima bandar udara di Provinsi Kaltim pada 2012, baik bandara internasional maupun bandara perintis, termasuk tiga bandara yang ada di kawasan perbatasan.

Lima Bandara itu adalah Bandara Internasional Sepinggan, Bandara Datah Dawai, Long Ampung, Bandara Long Bawan, dan Bandara Kalimarau, tutur Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Kaltim), H Zairin Zain di Samarinda, Senin.

Untuk Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan, perpanjangan khusus untuk landasan pacu yang sudah ada saat ini sepanjang 2.500 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.250 meter.

Selain itu, akan dibangun terminal penumpang seluas 1.110 meter persegi, sehingga mampu melayani 10 juta penumpang pada 2016 dengan didukung 11 garbarata.

Untuk tiga Bandara di perbatasan yang akan diperpanjang adalah, Bandara Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat, Bandara Long Ampung di Malinau dan Bandara Long Bawan di Kabupaten Nunukan.

Perluasannya berupa perpanjangan landasan pacu dari 1.200 meter menjadi 1.400 meter, sedangkan yang sudah memiliki panjang 1.400 meter akan diperpanjang menjadi 1.600 meter.

Selanjutnya adalah Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau dengan landasan pacu dari 1.850 meter, akan diperpanjang menjadi 2.250 meter. Di samping juga akan ditambah lebar landasan pacu dari 30 meter menjadi 45 meter, sehingga bandara ini mampu didarati pesawat jenis Boeing 737-200/300, bahkan jenis Airbus.

Selain itu, Bandara Juwata Tarakan juga terus dibenahi, yakni dari Pemprov Kaltim telah menganggarkan untuk perluasan apron (tempat parkir pesawat).

Di sisi lain, Pemprov Kaltim bersama Pemkot Samarinda juga sedang membangun Bandara Samarinda Baru (BSB). Saat ini BSB akan dibangun dengan panjang landasan pacu mencapai 2.500 meter, namun untuk tahap awal akan dibangun sepanjang 1.600 meter.

Setelah BSB selesai yang ditargetkan pada 2013, maka Bandara Temindung Samarinda harus pindah ke BSB, pasalnya di Temindung sudah tidak memungkinkan lagi untuk sebuah penerbangan karena berada di lokasi yang padat penduduk.

Selanjutnya, akan terus dilakukan pengembangan BSB sehingga pesawat berbadan lebar dapat mendarat. Apalagi Bandara yang ada di ibukota provinsi minimal harus mampu menjadi sentral penerbangan bagi Bandara-bandara lain di Kaltim.

Potensi BSB, lanjutnya, bukan hanya untuk lalu lintas orang, tetapi juga barang (cargo) yang cukup besar karena didukung dengan volume kegiatan industri pertambangan dan perkebunaan di Kaltim, sebagaimana tercermin pada Bandara lain di kabupaten.

Kapasitas BSB mencapai 3 juta penumpang per tahun, namun untuk tahap pertama akan dibangun seluas 12.700 meter persegi, atau berkapasitas pelayanan mencapai 1,5 juta penumpang per tahun.  (*)



Pewarta: M Ghofar
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026