jika melihat kondisi lahan yang ada cukup luas, namun untuk tahap awal, Desa Tanah Abang memprogramkan tanam jagung dilahan seluas 200 hektare

Sangatta (ANTARA) - Bupati Kutai Timur Ismunandar meminta  warga Desa Tanah Abang, Kecamatan Long Masengat untuk mengembangkan tanaman jagung  karena daerah tersebut  memiliki potensi , cocok  dan cukup menjanjikan  sebagai penghasilan.
 

"jika melihat kondisi lahan yang ada cukup luas, namun untuk tahap awal, Desa Tanah Abang memprogramkan tanam jagung dilahan seluas 200 hektare,"kata Ismunandar di dampngi Wakil Bupati Kasmidi Bulang ketika berdiskusi denganKkepala Desa dan masyarakat setempat,Jumat.

Ismunandar percaya masyarakat Long Masengat dapat berhasil dan mandiri jika mengembangkan tanaman jagung. Terutama desa-desa yang memiliki program bercocok tanam, dikarenakan rata-rata memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Sementara itu Kades Tanah Abang Faturahman,manyatakan masyarakat siap untuk membantu menambah produktivitas dibidang pertanian serta mewujudkan menuju program ketahanan pangan.  Selama ini petani menanam padi. Jadi guna memutus siklus hama,maka akan  menanam jagung untuk tahun ini.

"Untuk tanaman jagung hasilnya cukup menjanjikan namun, persoalan tambahan modal yang sulit didapat dari pinjaman bank, kalau soal pupuk bersubsidi sudah bisa dipenuhi melalui Dana Desa,"ujar Faturrahman.

Menanggapi hal itu, Bupati H Ismunandar memberi solusi dan berjanji akan membuat kajian pinjaman tanpa bunga dan persyaratan yaitu sistem kepercayaan.

"Melalui program Rp1 miliar untuk tiap desa di Kutai Timur maka mempercepat keberhasilan Gerbang Desa Madu,"katanya.

Ismunandar berharap dengan program Rp1 miliar dapat dikelola dengan baik dan salurkan sebagian menjadi modal ke-Bumdes. Kemudian dikelola dengan benar walapun hanya dengan sistem kepercayaan.

"Semua itu untuk masyarakat , pembangunan serta lain-lainnya. Jika dikelola dengan benar, kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya. Kedepan  desa Tanah Abang  menjadi desa mandiri,"katanya. (hms7)



Pewarta: Wardi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026