Wakil Ketua II DPRD Berau, H Muharram Spd, MM, di Tanjung Redeb, Berau, Rabu, mengatakan, dana sebesar Rp 200 juta disetujui untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kecamatan yang belum teraliri listrik.
"Alokasi dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli mesin genset, seperti kita ketahui ada beberapa Kecamatan yang belum dialiri listrik secara maksimal," kata Muharram.
Seperti daerah lain di Indonesia, Berau saat ini tengah mengejar target penyelesaian eKTP hingga akhir 2012. Hal ini yang menjadi pertimbangan persetujuan alokasi anggaran tersebut. Dana tersebut sudah dikucurkan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2011.
Penambahan dana Rp200 juta itu dinilai cukup sebagaimana usulan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Berau. "Kita setujui besaran yang diminta," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Capilduk Berau Drs Muchlis Dahrie, mengatakan, Berau meskipun terjadi keterlambatan, namun komitmen Capilduk Berau, target pusat untuk penyelesaian bisa rampung hingga akhir 2012. jumlah penduduk Berau saat ini mencapai 199.256 jiwa lebih yang terbagi di 13 Kecamatan.
Setelah launching perdana pembuatan eKTP di kantor Camat Tanjung Redeb 10 November 2011, sebagai langkah awal, undangan disampaikan kepada masyarakat sekitarnya dan diharapkan penyelesaian ini dapat didukung oleh antusias warga.
"Sebab kita ketahui juga, antusias masyarakat dalam mengurus KTP agak rendah, hal ini kita akui disebabkan jauhnya pelayanan terutama yang berada di Kecamatan jauh, apalagi jika KTP yang dipegang saat ini masih berlaku lama, biasanya mereka malas mengurus kembali," ungkap Muchlis.
Salah satu upaya penyelesaian eKTP, menurut Muchlis merupakan lanjutan program Nasional guna mengantisipasi manipulasi data penduduk yang diperuntukan dalam kegiatan pesta demokrasi seperti Pemilu.
"Juga memberikan kemudahan bagi program-program pemerintah daerah seperti pendataan warga miskin untuk bantuan dan lainnya. Ke depan sebagaimana disiapkan pemerintah pusat, e-KTP juga akan menjadi sebuah akses pengurusan administrasi lain," katanya. (*)
Pewarta: Helda Mildiana: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.