Pengapalan dilakukan pada Jumat dari Terminal Senipah, bagian dari Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS), yang merupakan terminal utama untuk lifting minyak mentah dan kondensat di wilayah kerja migas ini.
Pengapalan perdana tersebut berupa "Handil Mix Crude" dengan volume mencapai 150.000 barel, menggunakan kapal tanker MT Gede milik Pertamina dengan tujuan kilang minyak Pertamina di Balikpapan (Refinery Unit V).
"Pengapalan perdana minyak mentah kepada pembeli domestik PT Pertamina (Persero) ISC ini menunjukkan bahwa alih kelola Wilayah Kerja Mahakam dari Total E&P Indonesie ke PHM berjalan dengan lancar," kata Pejabat Sementara General Manager PHM John Anis.
Ia menambahkan, pengapalan ini juga merupakan wujud dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.
"PHM akan mengirimkan seluruh produksi minyak mentah dan kondensat kepada pembeli domestik PT Pertamina ISC," lanjutnya.
Penyaluran minyak mentah dan kondensat dari Terminal Senipah ke tanker MT Gede dilakukan menggunakan fasilitas "single buoy mooring" (berada sekitar 11 kilometer dari pantai) yang dioperasikan PT PHM.
Handil mix crude dari Lapangan Handil adalah salah satu dari dua jenis minyak mentah yang diproduksi langsung oleh PHM, lainnya adalah Bekapai Crude Oil yang diproduksi dari Lapangan Bekapai.
PHM secara tidak langsung juga memproduksi Badak Crude Oil yang merupakan produk unitisasi dari lapangan Badak yang dioperasikan oleh Vico Indonesia.
Selain minyak mentah, PHM juga memproduksi kondensat, yakni Senipah Condensate dan Bontang Return Condensate.
Khusus untuk Bontang Return Condensate dan Badak crude oil pengapalannya dilaksanakan dari Terminal Santan yang dioperasikan oleh Chevron Indonesia.
Sesuai dengan program kerja dan anggaran 2018 untuk Wilayah Kerja Mahakam ditargetkan akan diproduksi sekitar 42.000 barel minyak mentah dan kondensat per hari, dan akan dilifting melalui 68 kali pengapalan dari Terminal Senipah, serta sembilan kali pengapalan dari Terminal Santan.
Seluruh produksi minyak mentah dan kondensat dari WK Mahakam akan dialokasikan ke kilang-kilang minyak dalam negeri milik PT Pertamina, seperti RU V Balikpapan, RU IV Cilacap, sementara untuk Bontang Return Condensate dikapalkan ke kilang TPPI Tuban. (*)
Pewarta: Novi AbdiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.