Dilaporkan di Sangata, Sabtu bahwa sejumlah warga mengeluhkan kondisi yang kurang nyaman itu.
Selain, dianggap mengganggu kenyamanan saat melintasi jalan utama maupun jalan pada kawasam pemukiman, maka kondisi banyak jalan rusak itu menimbulkan pemandangan kumuh serta rawan kecelakaan lalu lintas.
"Harusnya Pemkab Kutai Timur malu melihat kondisi jalan yang rusak di sana-sini sehingga kesan Kota Sangata yang kumuh," Darwis (51) warga RT 06 dusun Singa Karti, Jalan Pangeran Diponegoro, Sangata Utara,.
Seperti pengakuan warga lain, Darwis juga mempertanyakan peran Dinas PU (Pekerjaan Umum) Kutim yang seperti duduk berpangku tangan melihat kondisi yang dikeluhkan warga.
"Kondisi jalan yang rusak itu, bukan hanya dirasakan atau bisa dilihat di jalan umum namun kondisi serupa terjadi di jalan kawasan perumahan maupun gang-gang di pemukiman penduduk di tengah kota," imbuh dia.
Menurut Darwis, yang juga salah satu karyawan perusahaan swasta di Sangata mengatakan, kerusakan gang-gang selama ini sudah banyak menelan merugikan masyarakat.
Pasalnya, kata dia menambahkanhampir setiap minggu ada yang terjatuh dari sepeda motor, saat melewati jalan berlubang itu.
"Seperti yang terlihat di depan gang Antasari, gang mandiri dan gang merpati, serta gang komodo dan sepanjang alan Pangeran Diponegoro,itu berlubang dan berdebu,sehingga sangat membahayakan masyarakat terutama malam hari," ujarnya.
Kemudian di simpang tiga Sangata Lama, depan Pasar Ramadan Sangata itu, kerusakan jalannya sungguh menyedihkan karena sudah parah, warga mulai menutup lubang dengan ban bekas dan kayu balok, agar warga tidak terjebak kedalamnya
"Kami sudah sering laporkan dan keluhkan, tetapi tidak juga kunjung diperbaiki, padahal katanya uang APBD Kutai Timur pada 2011 mencapai lni dari Rp1 triliun, harusnya dana besar itu digunakan untuk pembenahan infrastruktur," ujar dia.
Senada juga di keluhkan, Arwis, 47 tahun, warga Desa Singa Gembara, Kampung Tator, Sangata Utara, bahwa kerusakan jalan dan gang-gang disekitar kampung dalam sangatlah parah. Bahkan depan Telkom, simpang tiga juga lubagnnya besar dan dalam
Warga juga "menggugat" (menagih) janji politik pasangan Isran Noor dan Ardiansyah Sulaiman yang kini menjadi bupati dan wakil, ketika kampanye pada Pilkada Kutai Timur, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Rory Taufani beberapa kali coba dikonformasikan tentang rencana program membenahi infrastruktur belum bisa tersambung.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.