"Kaltim punya sumber daya yang sangat cukup, mulai dari anggaran hingga kualitas sumber daya manusia," kata Kresnayana Yahya, pakar statistik dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya di Balikpapan, Rabu.
Kaltim dengan pendapatan daerah besar, sebut saja Kabupaten Kutai Kartanegara yang punya APBD hingga Rp4,3 triliun, bahkan yang terendah seperti Penajam Paser Utara bisa memiliki APBD Rp1,05 triliun, investasi untuk aplikasi TI tak akan kesulitan.
"Dengan dukungan anggaran, pengadaan komputer, server, jaringan, internet, hingga program dan pelatihan agar bisa memanfaatkan semua teknologi tersebut secara optimal dan maksimal tak akan terkendala," kata Yahya.
Pada gilirannya, investasi di TI ini akan menghemat sangat banyak. Tidak hanya anggaran, tapi juga waktu dan tenaga, sehingga efisien.
Menurut Yahya bahwa pemanfaatan TI mampu menekan anggaran antara 20 hingga 40 persen dari alokasi manual sementara pemafaatannya memberi keuntungan tiga kali lipat bagi pertumbuhan ekonomi setempat.
"Bahkan juga ruang. Dulu orang butuh lemari arsip yang besar dan banyak. Kantor juga penuh berkas-berkas. Dengan menerapkan teknologi informasi, dimana surat-menyurat tertentu cukup dengan email misalnya, maka tumpukan arsip di kantor bisa jauh dikurangi. Kita juga jadi hemat kertas," papar Yahya.
Penghematan kertas maka itu sejalan dengan program "Kaltim Green" yang dicanangkan Gubernur Awang Faroek Ishak sendiri.
"Contoh lain, rumitnya proses pemilu di Indonesia karena semrawutnya data seperti jumlah pemilih komplet dengan bio data dan alamatnya membuat pemilu menjadi mahal dan lama sebab harus dikerjakan verifikasi manual," papar Yahya.
Salah satu daerah di Kaltim yang dinilainya sudah menjalankan IT Government itu adalah Di Balikpapan. Kantor Samsat, misalnya, dengan menggunakan teknologi TI bisa mempercepat layanan pembayaran pajak kendaraan, pengurusan BPKB, dan lain-lain. Tidak hanya cepat, tapi juga murah dan transparan.
TI juga peluang bisnis yang besar. "Itu prospek positif bagi Telkom," imbuh Mulyanta yang sehari-hari juga sebagai General Manager Unit Business Regional II Telkom.
"Kita sudah mulai dari sekarang dengan memberikan edukasi agar semua pihak, terutama para pemimpin pemerintahan sadar dan bisa memanfaatkan TI. Sebab di kalangan swasta justru sudah lama digunakan karena sesuai dengan karakter ekonomi, yaitu hemat dan efisien," papar Mulyanta.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.