Bontang (ANTARA News - Kaltim) - PT. Rekayasa Industri (Rekin) sebuah perusahaan memproduksi Ammonium Nitrate Peril (ANP) di Bontang, Kaltim berhasil meraih prestasi spektakuler, yakni 6.000.000 Man Hours tanpa Medical Treatment Injuri.

Project Manager PT. Rekayasa Industri, Gito Waluyo di Bontang, Selasa mengungkapkan bahwa prestasi itu bukan lagi sebatas kebanggaan karyawan dan perusahaan akan tetapi bagi bangsa Indonesia.
 
Pasalnya, tidak gampang meraih prestasi 6.000.000 jam kerja tidak ada kecelakaan atau "zero accident".

Ia menambahkan bahwa meraih prestasi itu bagi sebuah perusahaan industri skala internasional bukan perkara gampang.

PT. Rekin adalah sebuah perusahaan kontraktor PT. Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur. 

Dikatakannya bahwa melalui pembangunan mega proyek yang mempekerjakan 2.500 karyawan, PT Rekayasa Industri ,dengan menerapkan standar safety internasional dan keamanan global, yang tidak hanya ditujukan pada sisi tenaga kerja namun juga lingkungan sekitar proyek dengan proses pengukuran yang ketat. 

Jika terdapat kecelakaan yang mengharuskan dilakukan penanganan khusus dalam rumah sakit, maka pengukuran safety man hours kembali ke titik nol.,”katanya didampingi Radian Projeck Direktor dan sejumlah petinggi manajemen perusahaan itu.

Project Manager Gito Waluyo, mengatakan, PT Rekayasa Industri ( Rekind) dengan menerapkan standar safety global, Medical Treatment Injuri (MTI), mampu menorehkan beberapa tinta emas bagi prestasi kualitas anak bangsa.

Dengan demikian, PT Rekind, secara langsung dapat memutar roda perekonomian nasional secara signifikan. Hal ini disebabkan dengan adanya penggunaan local konten hingga 45 persen dari pembangunan ANP.

Dalam lingkup pencapaian kompetensi engineering global, pembangunan ANP membuktikan bahwa putra bangsa mampu membangun pabrik ANP single arm dengan kapasitas terbesar di Asia.

Dalam sisi tehnologi, Rekin juga mampu menerakan teknologi IT terbaru dalam pengembangan desain real time dengan berbagai pihak yang berada ditempat yang berlainan.

Sedangkan Representativ Site Manager Of PT KNI, Alex Dharma Balen,didepan ratusan karyawan, selasa, mengatakan, prestasi yang luar biasa yang pernah kita capai untuk divisi kontraktor. MTI ini,tanpa kecelakaan merupakan standar sfety internasional yang capai saat ini.

"6.000.000 Man Hours tanpa Medical Treatment Injuri (MTI berhasil diraih sejak mulainya perusahaan PT Rekayasa Industri April 2009 hingga Februari 2011 ini, dengan jam kerja pukul 07.00 wita hingga 17.00 Wita," katanya.

"Saya berharap mudah-mudahan kedepan bisa mempertahankan. Karena,memang untuk mencapai ini lebih mudah, tapi mempertahankan lebih penting, dan proyek masih harus kita selesaikan kedepan," katanya.

Ia berharap agar semua warga dan teman-teman semua karyawan untuk bisa bekerjasama guna menyelesaikan proyek ini dengan sebaik-baiknya. Kita garis bawahi, pencapaian 6.000.000 Man Hours sangat fantastis karena orang-orang Indonesia mampu bekerja dengan standar internasional.

Corporate Secretary PT Rekayasa Industri, Wilka Osca mengatakan, Ammonium Nitrate Peril (ANP) sangat dibutuhkan oleh industry dalam negeri, saat ini market demaqnd ANP berkisar 3000.000-400.000 ton per tahun dengan laju pertumbuihan 10 persen setiap tahunnya.

Upaya untuk mencukupi kebutuhan Amonium Nitrate Peril secara mandiri, PT kaltim Nitrate Indonesia (KNI) membangun pabrik ANP terbesar di Asia untuk memenuhi kebutan nasional hingga 60 persen secara mandiri, dengan nilai investasi sebesar 174 juta dollar amerika serikat.

"Dan pelaksanaan pabrik ANP sepenuhnya dilakukan oleh PT Rekayasa Industri dengan scope Engineering Procurement Construction (EPL)," kata Wilka Osca.

"Dengan melalui kompetensi dan komitmen terbaik, Rekind kembali menempatkan posisinya sebagai EPC nasional yang mampu berdiri sejajar dan menunjukkan performance engineering global," imbuh dia.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026