"Kami programkan pada 2018 semuanya harus tuntas," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2017 di Samarinda, Senin.
Menurut Gubernur, walaupun sudah dimekarkan menjadi dua provinsi, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, namun hingga saat ini Kaltim masih memiliki 10 kabupaten dan kota.
Beberapa daerah tersebut, kata Awang Faroek, masih memiliki kawasan terpencil, terluar serta pedalaman dan perbatasan.
Oleh karena itu, Pemprov Kaltim telah menetapkan berbagai program prioritas pembangunan daerah dengan target selesai pada 2018.
"Program prioritas khususnya pembangunan infrastruktur baik jalan, jembatan, air bersih, listrik, pendidikan dan kesehatan maupun sektor lainnya harus merata," kata dia.
Program prioritas Kaltim itu telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas di Jakarta beberapa waktu lalu.
Awang Faroek mengatakan Presiden Joko Widodo mendukung program prioritas Provinsi Kaltim itu, utamanya program pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan pedalaman, daerah terpencil, dan perbatasan.
"Saya minta kepala daerah mendukung program pembangunan yang telah kita tetapkan agar seluruh masyarakat merasakan keadilan dan pemerataan pembangunan," tutur Awang Faroek.
Khusus membuka keterisolasian daerah, pemerintah provinsi telah menetapkan program pembangunan jalan poros dari Kalimantan Barat hingga Kaltim.
Jalan poros dan akses akan dibangun di kawasan pedalaman, terpencil hingga perbatasan, di antaranya Tering di Kutai Barat ke Ujoh Bilang dan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu sepanjang 143 kilometer.
Selain itu juga pembangunan jalan batas negara sepanjang 283,5 kilometer di Long Bagun menuju Long Pahangai Datah Dawai ke Tiong Ohang-Long Apari.
Juga pembangunan Jembatan Sungai Ratah pada ruas jalan Tering Kutai Barat ke Long Bagun Mahakam Ulu sepanjang 160 meter.
"Saya jamin, jalan dari Tering ke Ujoh Bilang dan Long Bagun hingga Long Pahangai bahkan Long Apari sampai perbatasan dengan Serawak akan kami bangun," papar Awang Faroek.
Musrenbang bertema Penguatan Ekonomi Masyarakat Menuju Kesejahteraan yang Adil dan Merata itu dilaksakanakan 3-4 April 2017 di Convention Hall Samarinda dengan dihadiri bupati dan wali kota serta ketua DPRD kabupaten dan kota se-Kaltim.
Narasumber di antaranya Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan Kemendagri Hadi Prabowo, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Leonard Tampubolon dan Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu Puriyanto, Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR Adang Achmad.
Selain itu, juga hadir Sekretaris Provinsi Kaltim Rusmadi dan anggota DPR/DPD daerah pemilihan (dapil) Kaltim serta Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, Kasdam VI Mulawarman dan Kapolda Kaltim serta Wakajati Kaltim.
Musrembang itu juga dihadiri pemimpin organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim, instansi vertikal, perbankan/dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan LSM.
Kegiatan dirangkai penyerahan penghargaan kepada kabupaten dan kota penyusun RKPD terbaik yang dimenangkan Kutai Timur sebagai Terbaik 1, Kota Balikpapan Terbaik 2, Kabupaten Kutai Kartanegara Terbaik 3, serta Kota Samarinda Terbaik 4.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kaltim memberikan piagam penghargaan kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim karena dinilai berpartisipasi aktif dalam pembangunan serta mendorong perekonomian daerah menyalurkan bantuan kepada sektor riil UMKM dan pelayanan berbasis elektronik.(*)
Pewarta: AmirullahEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.