Samarinda (ANTARA News - Kaltim)- Gubernur Kalimantan Timur dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltim ke-54 mengumumkan 11 program unggulan 2011 provinsi itu yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mengajak masyarakat untuk bersama membangun Kaltim untuk semua dengan semangat berkarya guna percepatan pertumbuhan ekonomi," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat memimpin upacara HUT Provinsi Kaltim di Stadion Madya Samarinda, Kamis.

Ke-11 program yang dijalankan pada 2011 itu pertama adalah reformasi birokrasi dan tata kelola, yakni berkomitmen memberikan pelayanan prima dan mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance).

Program kedua adalah peningkatan kualitas pendidikan, di antaranya mengupayakan berdirinya sekolah bertaraf internasional, dan telah dilaksanakan sistem belajar-mengajar serta kurikulum dengan standar nasional.

Ketiga adalah peningkatan pelaksanaan kesehatan dan persentase ketersediaan obat. Dalam hal ini Puskesmas 24 Jam berikut dokter, tenaga medis, peralatan dan obat-obatan akan terus diusahakan dengan jumlah yang cukup pada daerah-daerah yang belum terjangkau masyarakat pedalaman dan perbatasan.

Keempat yakni, penanggulangan kemiskinan. Pada 2008 jumlah warga miskin di Kaltim sebanyak 259.450 jiwa (8,3 persen), 2010 berhasil diturunkan menjadi 243.000 (7,66 persen).

"Penurunan angka kemiskinan akan menjadi tantangan berat di masa depan mengingat Kaltim merupakan daerah tujuan pencari kerja dari seluruh tanah air," ujarnya menambahkan.

Kelima adalah peningkatan ketahanan pangan. Target swasembada beras sampai akhir 2010 belum tercapai, sehingga perlu ditingkatkan usaha-usaha ekstensifikasi dan intensifikasi penanaman serta diversifikasi pangan.

Program keenam adalah peningkatan infrastruktur dan peningkatan keselamatan, keamanan dan kualitas pelayanan transportasi memadai. Dalam kaitan ini pihaknya mengusulkan dana yang cukup untuk pembangunan berbagai bidang.

Ketujuh adalah pertumbuhan iklim investasi dan iklim usaha. PDRB Kaltim pada 2008 Rp315,2 triliun, 2009  Rp281,4 triliun, dan tahun 2010 hingga triwulan III mencapai Rp240,9 triliun dengan laju pertumbuhan ekonomi 6,32%.

Sektor migas dan pertambangan masih mendominasi ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 76,28%, ke depan akan ditingkatkan dengan sektor-sektor lain yang potensial seperti agro-industri, jasa, pariwisata, perhotelan dan lainnya.

Kedelapan adalah peningkatan rasio elektrifikasi dan pemanfaatan energi panas bumi. Setiap daerah di Kaltim harus mengusahakan pemanfaatan potensi energi untuk penyediaan tenaga listrik sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah masing-masing.

Kesembilan adalah Penyelengggaraan rehabilitasi dan reklamasi hutan dan terjaganya kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Ke-10 adalah pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi daerah tertinggal di kawasan perbatasan.

"Program ke-11 adalah peningkatan perhatian dan kesertaan pemerintah dalam program seni budaya. Sehubungan dengan ini, menjelang tutup tahun 2010 telah kita launching Visit Kaltim Years 2011," kata Awang.

          


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026