Samarinda  (ANTARA News -  Kaltim ) - UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang implementasinya diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat maupun  individu, serta pemerhati perpustakaan, bahkan segenap unsur pendidikan.

“Perpustakaan yang berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi bagi masyarakat. Dalam UU itu telah mengharuskan bagi semua pihak untuk mendukung perkembangan perpustakaan,” kata Kepala Badan Perpustakaan Kaltim,  H Syafruddin Pernyata pada Lokakarya Pembentukan Dewan Perpustakaan Kaltim periode 2010-2014 di Aula Balai Pustaka, awal pekan ini.

Bahkan ujarnya, dalam BAB XII pasal 44 Undang-Undang tersebut telah mengamanatkan untuk dibentuknya dewan perpustakaan. Tujuan pembentukan tersebut lebih meningkatkan fungsi perpustakaan dan pemberdayaan, sehingga manfaatnya  benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut Syafruddin, untuk mempercepat proses pembangunan nasional sekarang ini memerlukan kualitas sumber daya manusia yang andal dan profesional. Salah satu prioritas yang dijadikan landasan dalam pengembangan SDM melalui pendidikan dan pengembangan budaya baca dikalangan masyarakat.

“Upaya pemerintah membudayakan gemar membaca cukup tinggi, hal ini terlihat dengan besarnya alokasi dana yang dianggarkan untuk menunjang bidang pendidikan.  Seperti dana pengadaan buku dan media bacaan, serta pembangunan sarana pendidikan termasuk perpustakaan,” jelas Syafruddin.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim,  Sumindar mengatakan lokakarya bagian dari upaya terbentuknya dewan perpustakaan dengan melibatkan unsur organisasi profesi pustakawan, penerbit, penulis, perekam, toko buku, sastrawan, tokoh pers, akademisi dan pemerintah.

 â€œTujuan pembentukkan Dewan Perpustakaan Kaltim akan menjadi pendukung bagi Badan Perpustakaan Kaltim dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Terutama dalam melaksanakan program-program yang berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan perpustakaan di Kaltim agar lebih afektif dan efesien,” kata Sumindar.


: Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026