Sangata (ANTARANews - Kaltim) - Sedikitnya 42 mahasiswa Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur di Kutai Timur dinyatakan lulus 100 persen pada upacara yudisium ujian akhir program di Gedung Wanita Bukit Pelangi Sangatta, Selasa (7/9).
"Menurut rencana, para lulusan bidan yang memulai perkuliahan dari tingkat diploma I tersebut akan di wisuda pada tanggal 21 September 2010 di Kota Samarinda," kata Ketua Jurusan Kebiadanan Poltek Kesehatan Kalimantan Timur, Hj Nina Mardiana M.Kes di Sangata, Selasa
Ia mengatakan bahwa program Diploma III tenaga kebiadanan merupakan standarisasi atau dasar yang diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan sebelum bidan yang bersangkutan melaksanakan praktik di masyarakat.
Hj Nina Mardiana Mkes mengatakan ke-42 bidan yang telah dinyatakan lulus tersebut telah mengikuti program perkuliahan khusus Kabupaten Kutai Timur sejak tahun 2007 dengan perkuliahan enam hari tiap minggu
Sedangkan lama waktu perkuliahan yang ditempuh oleh para bidan sebanyak lima semester dengan jumlah SKS(satuan kresit semester) 80 ditambah delapan SKS dari mata kuliah matematika, kimia, fisika, hingga biologi sejak pukul 12.00 hingga 20.00 Wita.
"Para lulusan bidan, juga telah mengikuti praktik lapangan di sejumlah rumah sakit di Kutim, antara lain RSUD Sangatta, Rumah Sakit Prima dan praktik kerja lapangan di Desa Singa Geweh selama dua minggu sejak 10 Mei hingga 22 Mei 2010," papar dia.
"Dengan target melaksanakan asuhan kebiadanan di komunitas remaja, ibu hamil, ibu nifas, nayi baru lahir, lansia (lanjut usia), dan penyakit menular seksual," ujarnya menjelaskan.
Acara yudisum dihadiri oleh Bupati Kutim H Isran Noor, Direktur Poltekkes Kemenkes Kaltim Drs H Lamri MKes bersama Pembantu Direktur I Hj Sukreni MKes, serta sejumlah Kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dan sejumlah orang dosen.
Bupati Kutim H Isran Noor dalam sambutannya menyatakan perasaan mengatakan bangga atas prestasi para lulusan Poltekkes jurusan Kebiadanan asal Kutai Timur yang lulus 100 persen dan tidak ada yang tertinggal.
"Keberadaan Kebidanan ini sejalan dengan program Kutai Timur di bidang kesehatan masyarakat mengingat di daerah ini masih kekurangan sangattenaga kesehatan mulai dari bidan, perawat hingga dokter dan tenaga medis lainnya," papar Bupoati Isran.
Menurutnya saat ini tenaga kesehatan yang ada saat ini di Kutai Timur masih terkonsentrasi pada satu kota saja sehingga menyebabkan kurangnya tenaga medis di kecamatan dan pedesaan dan pelayanan bidang kesehatan yang kurang maksimal.
Isran berjanji mendukung penuh program tersebut dengan memberikan beasiswa kepada para calon tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kutai Timur.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.