"Surplus sebesar itu diperoleh dari hasil ekspor berbagai komoditas sebesar 5,458 miliar dolar AS, dikurangi biaya impor sejumlah komoditas senilai 1,488 miliar dolar AS," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah dihubungi di Samarinda, Jumat.
Menurut ia, perdagangan luar negeri merupakan kegiatan ekonomi yang memiliki peran penting dalam menunjang pembangunan daerah maupun negara, yakni dari kegiatan ekspor akan diperoleh devisa yang merupakan salah satu sumber dana untuk membiayai pembangunan.
Sedangkan dari kegiatan impor akan diperoleh bahan baku atau barang modal yang diperlukan dalam pembangunan, baik untuk keperluan di daerah maupun nasional.
Sejumlah komoditas yang diekspor Kaltim periode Januari-Mei 2016 dengan nilai 5,458 miliar dolar itu, terdiri atas ekspor migas sebesar 1,66 miliar dolar AS dan ekspor nonmigas 3,79 miliar dolar AS.
Ekspor migas terdiri dari tiga komposisi yakni minyak mentah senilai 429,92 juta dolar AS, hasil minyak 70 juta dolar AS, dan gas sebesar 1,162 miliar dolar AS.
Sedangkan untuk ekspor nonmigas yang terbesar diperoleh dari batu bara dan penggalian dengan nilai 3,29 miliar dolar AS, kemudian bahan kimia anorganik 147,6 juta dolar AS, pupuk 83,4 juta dolar AS, kayu dan barang dari kayu senilai 137,7 juta dolar AS, dan aneka komoditas lainnya.
Adapun negara tujuan ekspor dari Kaltim, antara lain Jepang senilai 1,58 miliar dolar AS, Taiwan 580 juta dolar AS, Australia 144,5 juta dolar AS, Korea Selatan 629 juta dolar AS, dan Singapura sebesar 173 juta dolar AS.
Sedangkan komoditas yang diimpor Kaltim dengan nilai 1,488 miliar dolar AS itu berupa migas senilai 1,05 miliar dolar AS dan impor komoditas nonmigas senilai 429,8 juta dolar AS.
"Impor migas Kaltim periode Januari-Mei 2016 antara lain dari Nigeria dengan nilai 238,5 juta dolar AS, Azerbaijan 244 juta dolar AS, Aljazair 99,5 juta dolar AS, dan Korea Selatan sebesar 110 juta dolar AS," ujarnya.(*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.