"Adanya kenaikan harga sepanjang Juni kemarin, berarti terjadi perubahan indeks harga konsumen (IHK) dari 126,27 pada Mei, naik menjadi 127,66 pada Juni," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur M Habibullah di Samarinda, Jumat.
IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga baik inflasi maupun deflasi di tingkat konsumen.
Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.
Menurut Habibullah, sejumlah komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan harga, antara lain sayur mayur, cabai, bawang merah, bawang putih, ikan segar, ikan diawetkan. Bahkan transportasi dan komunikasi juga memberi andil besar dalam inflasi kali ini.
Sedangkan secara umum, inflasi Kaltim terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, seperti kelompok transportasi dan komunikasi yang berkontribusi paling besar hingga mencapai 2,70 persen.
Berikutnya kelompok bahan makanan mengalami inflasi 1,90 persen, kelompok kesehatan 0,89 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,88 persen.
Kemudian kelompok perumahan berinflasi 0,14 persen, sandang mengalami inflasi 0,12 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga masih mengalami deflasi 0,04 persen.
"Kelompok pendidikan masih deflasi karena saat ini masih musim libur sekolah dan puasa, namun ada kemungkinan setelah lebaran yang bertepatan dengan musim penerimaan siswa baru, bisa jadi kelompok pendidikan, olahraga dan rekreasi akan naik karena orang tua perlu biaya untuk kebutuhan anak-anak mereka, seperti membeli perlengkapan sekolah dan lainnya," ujarnya.
Jika inflasi pada Juni di Kaltim dirinci menurut dua kota yang ditetapkan sebagai patokan pembentuk IHK, tambah Habibullah, Kota Samarinda mengalami inflasi 0,61 persen dan Kota Balikpapan berinflasi sebesar 1,74 persen. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.