"Sebanyak 5.400 petugas ini akan melakukan pendataan di 15 kabupaten yang tersebar di dua provinsi, yakni Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mulai tanggal 1 hingga 31 Mei," ujar Kepala Bagian Tata Usaha BPS Provinsi Kaltim Ahmad Zaini di Samarinda, Jumat.
Menurut dia, SE2016 merupakan potret daya saing usaha di Indonesia, termasuk akan menjadi penentu posisi perekonomian nasional dari berbagai negara di kawasan regional Asia maupun kancah internasional.
Berbicara ekonomi, lanjutnya, tidak bisa hanya bicara tentang Indonesia, tapi harus menjangkau luas tingkat dunia karena saat ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sensus Ekonomi yang dilakukan secara nasional merupakan kegiatan pendataan lengkap. Khusus di Kaltim dan Kaltara, terdapat 5.400 petugas pencacah lapangan (PCL) dengan beban tugas 2-3 blok sensus setiap petugas.
"Blok sensus itu identik dengan wilayah RT, jadi satu petugas mendata 2-3 RT, tergantung luas RT tersebut. Petugas sensus akan mendatangi satu per satu masyarakat yang memiliki usaha ekonomi, baik ekonomi mikro, kecil maupun ekonomi berskala besar," ujarnya.
Dia menjelaskan, pada SE2006 lalu terdapat 275.000 unit usaha, sehingga saat ini jumlah usaha telah mengalami perkembangan yang diperkirakan menjadi 292.000 - 295.000 unit usaha, sehingga data yang akan diperoleh petugas pada kisaran angka perkiraan tersebut.
"Petugas yang mencapai 5.400 orang itu, jumlah PCL terbanyak terdapat di Samarinda yang sebanyak 1.400 PCL, disusul Balikpapan sebanyak 1.200 PCL, dan jumlah paling sedikit berada pada Kabupaten Mahakam Ulu yang hanya terdapat 200 PCL," katanya.
Khusus di Kabupaten Mahakam Ulu yang merupakan kawasan perbatasan, atau termasuk daerah yang sulit dijangkau, lanjut dia, sudah dipersiapkan metodologi dan anggarannya karena dalam pendataan ini juga memiliki anggaran daerah sulit.
"Jadi, jika mengharuskan untuk sewa pesawat guna menjangkau kawasan perbatasan, kami sudah siapkan itu, sehingga semua pelaku ekonomi baik di perkotaan maupun di perdesaan saya yakin akan terdata dengan baik," katanya.
Setelah dilakukan pendataan oleh petugas, katanya, selanjutnya BPS akan mengolah data tersebut yang dijadwalkan pada bulan Juni, sehingga di akhir 2016 sudah mempunyai data sensus ekonomi.
"Perhitungan kami, data yang didapat pada akhir 2016 masih berupa jumlah usaha dan sektor usahanya, sedangkan mengenai data rinci seperti omset, aset, pengeluaran, dan pendapatan dari masing-masing usaha, baru bisa diperoleh tahun 2017 mendatang," katanya. (*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.