Samarinda (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) memastikan persediaan beras sebanyak 15.000 ton dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said di Samarinda, Senin, menegaskan bahwa ketahanan pangan di tingkat konsumen tidak akan terganggu, meskipun penyerapan gabah petani lokal saat ini menurun akibat dampak fenomena cuaca ekstrem El Nino.
"Target penyerapan kami sebenarnya sekitar 23.000 ton, namun akibat kekeringan berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah lumbung padi, saat ini baru terealisasi sekitar 15.000 ton," kata Musazdin.
Menurut dia, kemarau ekstrem secara langsung telah mengganggu produktivitas lahan pertanian di wilayah potensial, seperti Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Kedua daerah tersebut selama ini diandalkan untuk mendukung capaian target penyerapan gabah lokal," jelas Musazdib.
Ia menegaskan, meski serapan domestik melandai, Bulog menjamin stok beras yang dikuasai saat ini lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi potensi lonjakan harga di pasar tradisional.
Sebagai langkah antisipasi, pasokan beras tersebut diprioritaskan untuk mendukung program intervensi pemerintah, seperti intensifikasi operasi pasar melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan gratis bagi masyarakat rentan.
Selain fokus pada stabilitas harga di kawasan perkotaan, Bulog Kaltimtara juga memperkuat pengamanan jalur distribusi ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Penyaluran diarahkan khusus ke daerah beraksesibilitas tinggi dan rawan terisolir, seperti Kabupaten Mahakam Ulu, yang kerap menghadapi kendala transportasi logistik akibat menyusutnya debit air sungai pada musim kemarau," jelasnya.
Melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, Perum Bulog berkomitmen terus mengawal kelancaran distribusi logistik pangan agar ketersediaannya tetap merata di seluruh pelosok Kalimantan Timur.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.