Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) bersinergi mempercepat peningkatan status tiga kampung tertinggal di Kecamatan Bongan melalui perbaikan aksesibilitas jalan dan pemenuhan layanan dasar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Siti Sugiyanti di Samarinda, Senin, menjelaskan ketiga kampung tersebut yakni Kampung Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung.
"Berdasarkan hasil entri Indeks Desa 2026, ketiganya masih berada dalam kategori desa tertinggal. Salah satu persoalan utama yang perlu segera dibenahi ialah keterbatasan aksesibilitas jalan," kata Siti Sugiyanti dalam rapat koordinasi bersama Pemkab Kubar terkait percepatan pembangunan jalan tersebut secara daring.
Siti menekankan pentingnya kerja bersama lintas pemerintahan untuk meningkatkan capaian Indeks Desa di ketiga kampung itu agar statusnya bisa naik menjadi desa berkembang.
Menurut dia, akses jalan menjadi perhatian krusial karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan sejumlah indikator penilaian dalam Indeks Desa.
Dengan akses yang baik, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau pusat pelayanan, memasarkan hasil usaha, dan memperoleh layanan dasar.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim menyampaikan penanganan akses jalan di kawasan tersebut sempat mengalami keterlambatan pada 2026 akibat pergeseran anggaran serta proses administrasi dan teknis.
Meski demikian, perencanaan dan desain pekerjaan kini telah diselesaikan. Dinas PUPR Kaltim juga berkoordinasi dengan Inspektorat untuk menyesuaikan pelaksanaan proyek dengan ketentuan baru dari pemerintah pusat.
Pada tahun ini, penanganan jalan ditargetkan mencapai sekitar 15 kilometer, termasuk pelebaran pada sejumlah ruas jalan yang sempit. PUPR juga menyiapkan rencana penanganan lanjutan pada 2027 yang mencakup pembangunan jembatan serta peningkatan jalan hingga menuju ujung Kampung Gerunggung.
Di sisi lain, Kepala Kampung Gerunggung, Rahmad mengungkapkan bahwa selain infrastruktur jalan, wilayahnya masih membutuhkan sejumlah fasilitas layanan dasar seperti rumah ibadah, jaringan internet, dan tambahan tenaga kesehatan.
Hal senada disampaikan Pemerintah Kampung Tanjung Soke dan Camat Bongan Putu Budiasa yang berharap penguatan akses jalan ini dibarengi dengan pemenuhan tenaga kesehatan agar pelayanan dasar masyarakat semakin mudah dijangkau.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut, di antaranya Pemkab Kubar bersama pemerintah kampung akan menyusun rencana teknis dan memetakan kebutuhan prioritas.
Pemprov Kaltim melalui DPMPD dan PUPR akan memberikan dukungan kebijakan serta teknis sesuai kewenangan.
Selain itu, Tenaga Pendamping Profesional juga dilibatkan untuk mendampingi pemerintah kampung, khususnya dalam proses pengisian dan pemutakhiran data Indeks Desa agar target keluar dari status tertinggal dapat segera tercapai.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.