"Berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) terhadap kontrak itu pembayarannya bisa kita cicil, meski secara fisik selesai 2016," kata Sekprov Kaltim H Rusmadi, akhir pekan lalu.
Sebelumnya Pemprov sudah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan. Bagi Pemprov dan masyarakat Kaltim yang terpenting BSB bisa secepatnya beroperasi.
Pemprov berharap agar Bandara Temindung bisa segera dipindahkan ke BSB setelah pekerjaan fisik selesai. Dia berharap pemerintah pusat mendukung kelancaran proses pemindahan Bandara di Ibukota Provinsi Kaltim itu.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kaltim H Zairin Zain mengatakan, BSB ditargetkan selesai akhir 2016. Saat ini sedang dilakukan penyelesaian landasan pacu sepanjang 2.100 meter dan Maret ini sudah melakukan pekerjaan struktur. Sebelumnya pekerjaan tanah sudah diselesaikan dan saat ini pengerasan landasan.
"Target Desember 2016 selesai. Kita ingin secepatnya memindahkan Bandara Teminung ke BSB. Paling lambat Desember atau Januari 2017," ucap Zairin.
Diakui Zairin, penerbangan di Bandara Temindung dinilai sudah tidak aman, karena banyaknya tiang antena dan sangat dekat dengan permukiman warga sehingga maksimal hanya dapat didarati pesawat jenis ATR-42. (Humas Prov kaltim/mar)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.