Samarinda (ANTARA News-Kaltim) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur mendukung berbagai program untuk mengatasi masalah sosial, termasuk mengarahkan agar anak jalanan (Anjal) Samarinda bisa mengelola warung internet (Warnet).
  
"Saat ini kami sudah melakukan pendataan, sedikitnya ada 368 anak jalanan di Kota Samarinda. Semua anak jalanan itu sudah kami bina, khususnya mengelola Warnet," kata Kepala Bidang Teknologi Informasi (TI) Diskominfo Kalimantan Timur (Kaltim), Trimurti Rahayu di Samarinda, Selasa.
 
Anak-anak jalanan itu kini menjadi masalah sosial yang terus berkembang di Samarinda terlihat dari jumlah mereka yang menjadi pengemis itu kian bertambah setiap bulannya.
  
Sebelum mengelola Warnet, maka Diskominfo melakukan pembinaan berbagai macam keterampilan, khususnya bidang teknologi informasi (IT), terutama yang berkaitan dengan pengoperasian warnet, pihaknya masih melakukan pemilahan.
  
"Semua anak jalanan itu nantinya akan mendapat pelatihan secara bersamaan tentang pengoperasian teknologi sekaligus pengelolaan Warnet namun dari sekian banyak anak itu tentu yang benar-benar terampil yang akan dipercaya mengelola warnet," katanya.
  
Hasil dari Warnet akan dikembalikan bagi dana pembinaan anak-anak kurang beruntung itu.
  
"Program pelatihan dijawalkan pada 2010 sehingga  anak-anak tersebut kami usahakan mendapat kesempatan mengelola usaha sendiri berupa warnet, foto kopi dan sejenisnya," katanya.
  
Program ini merupakan hasil kerja sama Diskominfo Kaltim dengan PT Telkom,  yakni perusahaan telekomunikasi itu memberikan Cooporate Social Responsibility (CSR).
  
Program CSR dari PT Telkom itulah yang dimanfaatkan untuk kepentingan warga setempat, sehingga bisa digunakan untuk pelatihan teknologi sekaligus membuka lapangan kerja bagi anak jalanan.
  
Menurutnya bahwa pengadaan unit komputer dari Diskominfo, sementara dari pihak Telkom akan memberikan pelayanan jaringan gratis selama satu tahun di warnet tersebut. Kemudian di tahun-tahun berikutnya baru dikenai pembayaran jaringan.
  
Lokasi untuk pembangunan Warnet bagi anak jalanan yang usianya antara sembilan sampai 16 tahun itu di Jalan S. Parman Samarinda.
   
"Ke 368 anak yang kami tangani itu tidak semuanya anak jalanan murni namun ada sebagian yang lari dari orang tuanya sehingga bisa dikategorikan sebagai anak jalanan," kata Trimurti.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026