Tahun ini (2016), sekitar 1.000 dari 25 ribu tenaga kerja di sektor tambang batu bara akan di-PHK,"
Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pase Sancoyo menyatakan, sebanyak 1.000 karyawan perusahaan tambang di daerah itu akan di PHK (pemutusan hubungan kerja).

"Tahun ini (2016), sekitar 1.000 dari 25 ribu tenaga kerja di sektor tambang batu bara akan di-PHK," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Paser Sancoyo, pada peringatan Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), di Tanah Grogot, Rabu.

"Jumlah itu akan bertambah menyusul diberhentikannya para tenaga kerja kontrak dari sejumlah perusahaan tambang batu bara," ujarnya.

Ke-1.000 tenaga kerja yang akan di-PHK itu lanjut Sancoyo, adalah tenaga kerja tetap atau karyawan pada sejumlah perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Paser.

"Karyawan yang di-PHK, akan mendapat pesangon dari perusahaan mereka masing-masing, sedangkan tenaga kerja kontrak karena memang sudah habis masa kontraknya," tutur Sancoyo.

Dari sejumlah perusahaan batu bara yang melakukan PHK, lanjut Sancoyo, terdapat satu perusahan yang memberhentikan pekerjanya dalam jumlah cukup banyak.

"PT Petrosea, salah satu sub kontraktor PT Kideco Jaya Agung, sebuah perusahaan tambang batu bara yang mengantongi izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) akan memberhentikan sekitar 200 tenaga kerjanya," kata Sancoyo.

Selain telah habis masa kontraknya, pemutusan hubungan kerja untuk tenaga kerja kontrak tambah Sancoyo, juga merupakan hasil evaluasi kinerja yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan.

Para tenaga kerja yang di PHK menurut Sancoyo, merupakan tenaga kerja informal, yang setiap tahunnya bisa mengalami pemutusan hubungan kerja.

"Saya berharap, para pencari kerja bisa memilih opsi untuk berwira usaha, mengingat banyaknya PHK yang dilakukan sejumlah perusahaan," ujarnya.

"Disnakertrans juga memiliki program pelatihan berwira usaha, sehingga para pencari kerja tidak melulu berharap bekerja di perusahaan khususnya di sektor tambang batu bara," kata Sancoyo.     (*)


Pewarta: R. Wartono
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026