"Rencananya sekitar pukul 04.00 dini hari besok (Selasa, 27/10), sapi dari Australia tiba di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan," ujar Kepala Bidang Budidaya dan Perbibitan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim I Gusti Made Jaya Adhi di Samarinda, Senin.
Ia mengatakan sebelum didistribusikan kepada para kelompok ternak di kabupaten/kota di Kaltim, sapi-sapi itu terlebih dulu dikarantina di Kariangau, Balikpapan, selama tujuh hari untuk memastikan kondisi kesehatannya.
"Apabila sapi-sapi dinyatakan sehat, maka segera didistribusikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Tetapi jika dalam pemeriksaan kesehatan terdapat sapi yang terbukti terkena penyakit menular, maka akan dipisahkan agar sapi yang lain tidak terpapar," tambahnya.
Menurut ia, sapi yang masih dalam proses penyembuhan tersebut tidak bisa didistribuskan, sampai menunggu kondisinya sehat dan siap diberikan kepada peternak. Namun, jika sapi ada yang mati, maka pihak Australia akan menggantinya dengan sapi yang baru.
Begitu pula ketika sapi setelah sampai di tangan penerima (kelompok ternak), maka dalam masa dua pekan masih menjadi tanggung jawab produsen dari Australia, yakni jika masih ada sapi yang sakit, maka pengobatan sampai sehat ditanggung produsen.
"Jika ada sapi yang mati juga menjadi tangging jawab produsen untuk menggantinya," katanya.
Made menjelaskan kedatangan 2.078 ekor sapi Australia tersebut merupakan kehadiran tahap pertama. Kemudian untuk tahap kedua, ketiga, dan keempat, akan tiba di Kariangau, Balikpapan, setiap dua pekan sekali hingga akhirnya total yang datang mencapai 10.000 ekor.
"Total sapi yang mencapai 10.000 ekor tersebut pembeliannya dari dana APBN Perubahan 2015, melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI," kata Made lagi.(*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.