Balikpapan (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak mengharapkan Kabupaten Kutai Selatan dapat segera terwujud sehingga pihaknya siap mendukung berbagai program merealisasikan, termasuk menyampaikan usulan pemekaran wilayah tersebut ke pusat.

"Saat ini, kita sedang melakukan usulan pembentukan Kabupaten Kutai Selatan ke pemerintah pusat (Mendagri dan DPR RI) dan tinggal menunggu kelanjutannya," kata Awang di Balikpapan pekan ini.

 Gubernur menyatakan bahwa pembentukan Kabupaten Kutai Selatan adalah pilihan mutlak untuk segera dilakukan pemekaran dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang merupakan induknya.

Wilayah Kabupaten Kutai Selatan diharapkan meliputi Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Sanga Sanga, Marangkayu, Muara Badak dan Anggana.

"Nanti kita akan berunding dengan pejabat dan bupati terpilih Kukar untuk merealisasikan terwujudnya Kabupaten Kutai Selatan," ujarnya.

Awang mengatakan bahwa yang terpenting dari pemekaran wilayah ini adalah bagi hasil, karena menurutnya ada semacam ketakutan dari Kabupaten Kukar bila dilakukan pemekaran Kabupaten Kutai Selatan.

Faktor yang diduga menjadi kekhawatiran pihak kabupaten induk karena kawasan pesisir ini merupakan kawasan eksplorasi minyak dan gas (migas) dari beberapa perusahaan asing seperti PETI dan Chevron sehingga jika terjadi pemekaran maka pendapatan ke Kukar akan menurun drastis.

"Akan ada beberapa sumur Migas yang akan diberikan kepada Kukar supaya tidak ada rasa iri atau cemburu dan itu yang solusi yang akan kita lakukan," jelasnya.

Ada tiga wilayah yang diharapkan segera dilakukan pemekaran pada tahun ini di Kaltim di antaranya Kabupaten Kutai Selatan, Mahakam Hulu dan Sebatik.

Gubernur menambahkan bahwa dari hasil evaluasi lima wilayah yang merupakan hasil pemekaran hasilnya memuaskan yakni Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim) Bontang, Nunukan dan Malinau.

"Dengan dilakukannya pemekaran akan terjadi pemerataan pembangunan, masyarakat mengalami kesejahteraan dan sumber daya manusia (SDM) dikawasan yang dimekarkan lebih berkembang," kata Awang.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026