BBPOM menggelar sidak ke seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Total ada delapan pedagang jajanan untuk takjil yang kedapatan mencampur bahan berbahaya tersebut ke makanan yang dijualnya,"Samarinda (ANTARA Kaltim) - Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur Siti Qomariah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih dan membeli jajanan yang dijual di sejumlah pasar Ramadhan, karena diduga ada yang mengandung formalin.
Peringatan itu disampaikan Siti Qomariah di Samarinda, Kamis, seiring adanya temuan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda terhadap jajanan yang mengandung formalin dan rhodamin B.
Menurut ia, jajanan mengandung bahan kimia berbahaya itu itu hanya ditemukan di wilayah Samarinda, sedangkan di kabupaten/kota lain di Kaltim kondisinya masih aman-aman saja.
"BBPOM menggelar sidak ke seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Total ada delapan pedagang jajanan untuk takjil yang kedapatan mencampur bahan berbahaya tersebut ke makanan yang dijualnya," kata Qamay, sapaan akrab Siti Qomariah.
Dari temuan BBPOM Samarinda, jajanan yang mengandung bahan kimia berbahaya itu, terdiri dari jenis sirup, kue lapis dan bubur.
"Memang perekonomian yang lesu berdampak pada menurunkan daya beli masyarakat. Kondisi seperti ini juga akhirnya memaksa oknum pedagang menggunakan bahan pengawet berbahaya agar makanan yang dijual tahan lama guna menghindari kerugian yang besar," katanya.
Ia berharap temuan tersebut bisa menjadi momentum bagi BBPOM untuk melakukan program berkelanjutan, utamanya dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan berkelanjutan terhadap para pedagang makanan.
"Jangan hanya sebatas menyita produk, tapi harus dibarengi langkah konkrit yang lain," jelasnya.
Menurut Qamay, produk makanan dan jajanan berformalin ini harus diperangi, khususnya oleh masyarakat sendiri dengan lebih selektif dalam membeli jajanan untuk dikonsumsi.
"Masyarakat harus lebih waspada, ciri-ciri makanan berformalin terlihat lebih segar dan cerah serta ada sedikit rasa pahitjika ditelan dan memunculkan sedikit rasa gatal di tenggorokan," paparnya. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026