Samarinda (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meminta Badan Pusat Statistik (BPS) menjamin akurasi dan kualitas data Sensus Ekonomi 2026 yang dinilai krusial karena data tersebut akan menjadi rujukan strategis agar kebijakan pemerintah tepat sasaran.
"Data yang dihasilkan harus merefleksikan kondisi riil di lapangan agar mampu menjadi kompas utama dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, di Samarinda, Kamis.
Novan mengatakan sensus ekonomi oleh BPS berfungsi sebagai fondasi utama kebijakan pembangunan nasional sekaligus penyusun peta perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
Agenda nasional sepuluh tahunan ini merekam seluruh aktivitas usaha nonpertanian, sekaligus berfungsi sebagai kompas strategis untuk melacak transformasi model bisnis modern.
Oleh karena itu, Novan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah BPS yang gencar menyosialisasikan tahapan sensus karena dinilai efektif untuk menjangkau para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga ke tingkat kelurahan.
Baca juga: Komisi II DPRD Samarinda apresiasi kinerja pengawasan OJK Kaltimtara
"Supaya hasil sensus sepuluh tahunan ini tidak berakhir sebagai dokumen statistik pasif di rak meja kerja, harus ada integrasi nyata dengan program kerja pemerintah daerah," ujarnya
Ia menegaskan bahwa data yang diperoleh melalui sensus ekonomi wajib menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan.
"Formulasi program harus adaptif, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika riil pelaku usaha di lapangan," ujar Novan.
Sebagai agenda nasional satu dekade sekali, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum krusial pasca pendataan terakhir pada 2016.
Novan berharap output dari sensus ini dapat diakses secara transparan dan dimanfaatkan secara luas oleh berbagai sektor.
"Hasil pendataan ini tidak hanya milik pemerintah. Kalangan dunia usaha dapat menggunakannya sebagai riset pasar, dan masyarakat umum bisa melihat sejauh mana dinamika serta potret pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda dalam kurun satu dekade terakhir," tutur Novan. (Adv)
Baca juga: Pemkot Samarinda siapkan lahan 13 hektare olah sampah jadi listrik
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026