Nusantara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berbagi pembelajaran konsep kota inovatif, cerdas, dan berkelanjutan, yakni pembangunan yang memperhatikan sosial, lingkungan, ekonomi, dan fisiknya untuk jangka waktu lama.
"Dalam membangun Nusantara, kami juga menerapkan strategi pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan wilayah yang memiliki delineasi dengan IKN," ujar Direktur Perencanaan Makro OIKN, Pungky Widiaryanto di Nusantara, Selasa.
Termasuk memperhatikan pengembangan wilayah sekitar, yakni melalui sinergi dengan Kota Balikpapan dan Samarinda, terutama dalam penguatan sektor ekonomi dan industri sebagai bagian dari ekosistem pembangunan IKN yang berkelanjutan
Sementara itu, berbagi pembelajaran dengan Unhas tentang konsep kota inovatif dan berkelanjutan itu secara seremonial dilakukan Senin kemarin, ketika menerima kunjungan akademik dari Fakultas Teknik, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Unhas.
Ia menyebut bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari perencanaan dan implementasi konsep sponge city dan forest city di IKN, serta dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi untuk melihat penerapannya secara langsung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas akademik dan pengembangan wawasan keilmuan di bidang perencanaan wilayah dan kota, khususnya dalam konteks pembangunan kota yang berkelanjutan dan inovatif.
Baca juga: Penajam mulai tata ulang pelabuhan sebagai pintu gerbang IKN
"Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang belajar bersama dalam memahami dan mengembangkan implementasi sponge city dan forest city di IKN," ujar Pungky.
Sementara itu, Ketua Departemen PWK Unhas Dr. Eng. Ihsan, S.T., M.T., menyatakan bahwa hasil pembelajaran dari kunjungan ini akan diintegrasikan ke dalam proses akademik di kampus.
"Pembelajaran hari ini akan kami integrasikan ke dalam kurikulum. Kegiatan ini juga merupakan amanah dari Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) untuk melakukan studi banding ke IKN, khususnya dalam memperdalam perencanaan kota," ucap dia.
Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan pemaparan mengenai penerapan konsep sponge city dan forest city dalam perencanaan tata ruang IKN, beserta implementasinya dalam perencanaan kawasan lindung dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Pertemuan tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi yang antara lain dihadiri oleh Direktur Perencanaan Mikro, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air, serta Direktur Pelayanan Dasar OIKN.
Baca juga: IKN lestarikan budaya anyam rotan dan ukir kayu Kalimantan
Pewarta: M.GhofarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026