Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat struktur pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan sebagai langkah strategis untuk menarik minat investasi berskala besar.

"Strategi utama kita adalah memperkuat badan pengelola KEK Maloy melalui kolaborasi agar investor mudah berkoordinasi terkait lahan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Kaltim, Sabtu.

Sebagai langkah pembuka, pemerintah daerah juga sedang mematangkan pembuatan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk mempermudah eksekusi investasi kawasan ekonomi khusus.

Sri menegaskan bahwa penguatan posisi badan pengelola kawasan industri tersebut menjadi prasyarat demi perburuan modal asing maupun dalam negeri.

Lanjut dia, prioritas manajemen mutlak dilakukan karena selama ini setiap calon investor selalu menuntut proses koordinasi yang cepat dan transparan mengenai kejelasan pengelolaan.

"Pada perencanaan tahap awal, sebenarnya sudah ada upaya kuat untuk menjadikan KEK Maloy sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang beroperasi secara mandiri," kata Sri.

Akan tetapi, transformasi kelembagaan menuju BUMD tersebut terpaksa tertunda sementara waktu karena proses perhitungan seluruh nilai aset kawasan membutuhkan ketelitian tinggi dan belum sepenuhnya rampung.

Sri meneruskan bahwa ada arahan taktis dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, demi mengakselerasi kesiapan operasional tanpa harus menunggu penyelesaian kalkulasi aset hingga tuntas.

"Arahan tersebut berupa penerapan skema pembiayaan gabungan yang menyatukan kekuatan finansial antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur," jelas dia.

Kolaborasi pendanaan antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Timur dinilai pihaknya rasional untuk menyuntikkan modal segar agar entitas pengelola KEK Maloy memiliki kapasitas operasional yang jauh lebih mumpuni.

"Upaya merevitalisasi ekosistem investasi di kawasan industri Maloy ini kelak menjadi mesin pendorong bagi transformasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Benua Etam," harap Sekda Sri.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026