Samarinda (ANTARA) - Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) menyebut strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) efektif mampu mengendalikan inflasi, terbukti dengan laju inflasi Kaltim yang tertahan meski ada tiga hari besar keagamaan pada Maret 2026.
Tiga kali Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Maret tersebut adalah Ramadhan, Nyepi, dan Idul Fitri. Di tengah tiga hari besar ini, Kaltim mampu mengendalikan tekanan kenaikan harga, sehingga hanya mengalami inflasi bulanan 0,72 persen pada Maret.
"Langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K ini pun diperkuat dengan sinergi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim bersama kabupaten/kota," ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Jumat.
Dalam hal ini implementasi yang dilakukan antara lain dengan memastikan keterjangkauan harga, yakni selama Maret 2026 TPID melaksanakan 83 kegiatan gerakan pangan murah, operasi pasar, dan kegiatan serupa di berbagai kabupaten/kota.
Sebanyak 83 kegiatan itu antara lain di Kota Samarinda digelar 33 kali, Kabupaten Kutai Kartanegara 16 kali, Kabupaten Kutai Barat 14 kali, Kota Bontang 8 kali, Kabupaten Mahakam Ulu 6 kali, dan Kabupaten Berau digelar 6 kali gerakan pangan murah.
Pada aspek komunikasi efektif, lanjutnya, TPID terus memperkuat koordinasi melalui rapat rutin serta pelaksanaan rapat tingkat tinggi, sebagai langkah penguatan respons pengendalian harga pada periode HBKN.
"Ke depan, TPID akan terus menjaga konsistensi pelaksanaan strategi 4K serta memperkuat langkah mitigasi dini, agar stabilitas harga di daerah tetap terjaga, daya beli masyarakat terpelihara, dan aktivitas ekonomi daerah dapat terus berjalan dengan baik," ujar Jajang yang juga Wakil Ketua II TPID Kaltim ini.
Ia melanjutkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kaltim pada Maret 2026 mencatat inflasi sebesar 0,72 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,60 persen (mtm).
Perkembangan tersebut mendorong inflasi Kaltim secara tahunan berada pada level 3,31 persen (yoy), dengan inflasi tahun berjalan 1,37 persen (ytd). Secara tahunan, inflasi Kaltim tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,48 persen (yoy).
Secara umum, peningkatan tekanan IHK didorong oleh meningkatnya permintaan pada periode HBKN yang mendorong kenaikan harga kelompok bahan makanan.
Inflasi Kaltim pada Maret 2026 utamanya disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seiring meningkatnya permintaan komoditas pangan strategis pada periode Ramadhan, Idul Fitri dan Nyepi. Kelompok ini mencatat inflasi 1,74 persen (mtm) dengan andil 0,52 persen (mtm).
"Selain itu, kelompok transportasi turut memberikan andil inflasi, didorong meningkatnya mobilitas masyarakat dan permintaan angkutan udara yang tercermin dari tingginya okupansi penerbangan, termasuk cepat terserapnya extra flight. Kelompok transportasi mencatat inflasi 0,88 persen (mtm) dengan andil 0,11 persen (mtm)," kata Jajang.
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026