"Mencapai target itu perlu program strategis, antara lain menetapkan tiga zona untuk pengembangan peternakan, yakni zona pemusatan pengembangan ternak sapi, zona pengembangan ternak ayam dan unggas, serta zona untuk pengembangan ternak kerbau rawa," kata Kepala Dinas Peternakan Kukar, Suriansyah di Tenggarong, Selasa.
Ia memaparkan bahwa untuk ternak sapi dipusatkan di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Samboja, Marangkayu, Muara Badak, Muara Jawa, Anggana dan Kecamatan Sanga-sanga.
"Kemudian untuk ternak ayam dan unggas berada di enam kecamatan, yakni Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong Seberang, Sebulu dan Kecamatan Muara Kaman," katanya.
Sedangkan zona pengembangan ternak kerbau rawa, dipusatkan di lokasi yang berada di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang.
Pembagian zona pengembangan ternak didasarkan pada prospek wilayah masing-masing.
Pemetaan atau pembagian zona tersebut bertujuan sebagai daerah sentra produksi ternak khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembinaan dan pengembangannya.
"Semuanya program itu bermuara untuk memenuhi targetkan swasembada daging 2010," katanya.
Langkah lainnya dalam mendukung program itu, yakni melakukan kerja sama dengan Pemprov Kaltim dalam teknis pengembangan ternak, serta meningkatkan koordinasi dengan semua pihak terlibat termasuk swasta atau investor.
Pemkab setempat telah mengembangkan delapan jenis ternak, yakni ternak sapi sebanyak 15.161 ekor, kerbau 2.276 ekor, kambing 5.806 ekor, babi 3.001 ekor, ayam buras 227.762 ekor, ayam pedaging 2.710.625 ekor, ayam petelur 338.370 ekor dan itik 24.593 ekor
Data Dinas Peternakan Kukar menyebutkan bahwa selama 2008, jumlah produksi daging di Kukar antara lain, untuk sapi 662.003 kilogram (kg), kerbau 16.701 kg, kambing 16.701 kg, babi 45.425 kg, ayam buras 48.761 kg, ayam pedaging 306.882 kg, ayam petelur 23.673 kg dan itik 18.035 kg.
Selain itu, Kaltim juga memiliki potensi untuk pengembangan ternak rusa atau dikenal dengan nama "Payau" karena gampang dikembangbaikan seperti di Desa Apiapi, Kabupaten Paser. Daging payau banyak disukai karena rasanya gurih dan lembut serta rendah kolesterol.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.