Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur tengah fokus memperkuat kompetensi guru hingga wilayah terpencil demi menjamin pemerataan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
"Pemerataan pendidikan dari wilayah perkotaan hingga pedesaan mutlak dilakukan agar tidak ada ketimpangan kualitas sumber daya manusia di masa depan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, Selasa.
Armin menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan tenaga pengajar, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris, menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi saat ini.
Program kelas bilingual juga tengah dipersiapkan pelaksanaannya untuk mendukung daya saing siswa Kaltim di kancah global.
Selain fokus pada kompetensi akademis, Disdikbud Kaltim mengakui adanya kebutuhan mendesak untuk penambahan kuota tenaga pengajar, terutama guru agama non-Islam.
Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan ini mendapat dukungan penuh dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur yang siap berperan sebagai mitra strategis.
Ketua PGRI Kaltim Profesor Yonathan Palinggi menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga perlindungan profesi dan kesejahteraannya harus dijamin.
"Guru harus bisa fokus mengajar tanpa rasa takut, itulah sebabnya kami menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Kapolri agar kasus yang menimpa guru diselesaikan secara internal terlebih dahulu," ujar guru besar yang mengajar di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) tersebut.
PGRI telah menyediakan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) serta Dewan Kehormatan Guru (DKG) untuk menangani berbagai masalah yang dihadapi para pendidik.
Yonathan menekankan bahwa mekanisme penyelesaian masalah melalui DKG atau LKBH akan selalu diutamakan sebelum sebuah kasus masuk ke ranah hukum pidana.
Ia mencontohkan keberhasilan advokasi PGRI dalam kasus di Luwu, di mana nama baik dua orang guru berhasil direhabilitasi oleh Presiden berkat pendampingan yang intensif.
Terkait kesejahteraan, Yonathan berharap pemerintah daerah terus meningkatkan insentif dan tunjangan mengingat komitmen Gubernur Kaltim untuk menjadikan Benua Etam sebagai barometer pendidikan nasional.
