Upaya ini memiliki nilai strategis guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang tengah digencarkan pemerintah hingga tahun 2030
Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kompetensi pelajar vokasi di bidang ketenagalistrikan sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi masa transisi energi nasional.
"Upaya ini memiliki nilai strategis guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang tengah digencarkan pemerintah hingga tahun 2030," kata Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim Surasa di Samarinda, Rabu.
Menurut Surasa, langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subbidang Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik.
Dia menjelaskan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di sektor kelistrikan terus melonjak seiring percepatan pembangunan infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum.
"Kegiatan edukatif berstandar industri ini melibatkan perwakilan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, kemudian PT PLN (Persero), serta SMK dan Politeknik," kata Surasa.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai pihaknya sebagai langkah paling tepat untuk sinergi kurikulum dunia pendidikan vokasi dengan tuntutan riil dari industri masa depan.
Surasa menyatakan pendidikan kejuruan memiliki peran krusial dalam mencetak lulusan unggul yang tidak hanya menguasai landasan teori, tetapi juga sangat mumpuni dalam mempraktikkan keterampilan teknis.
Dari program sertifikasi tersebut, para peserta didik digodok untuk mampu meningkatkan keahlian khusus sekaligus mengantongi dokumen berstandar nasional sebagai nilai tambah pelamaran kerja.
"Program unggulan ini sanggup menjembatani kesenjangan antara kemampuan para lulusan dengan kebutuhan industri sekaligus mendongkrak daya saing pelajar Kalimantan Timur," ujarnya.
Selain fokus pada pemahaman aspek teknis operasional kelistrikan, para pelajar SMK juga dibekali dengan wawasan mengenai standar prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.
"Upaya berkelanjutan ini menjadi bukti komitmen daerah dalam mempersiapkan generasi muda tangguh yang siap bersaing di era industri berbasis energi bersih," kata Surasa.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026