Saat ini Arsip Prasasti Yupa memasuki proses verifikasi usulan MKB tahap kedua. Sedangkan untuk proses selanjutnya, kami masih menunggu informasi resmi lebih lanjut dari Sekretariat MKB Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Arsip Prasasti Yupa yang merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, saat ini memasuki proses verifikasi usulan tahap kedua dalam Memori Kolektif Bangsa (MKB) Arsip Nasional Republik Indonesia.
"Saat ini Arsip Prasasti Yupa memasuki proses verifikasi usulan MKB tahap kedua. Sedangkan untuk proses selanjutnya, kami masih menunggu informasi resmi lebih lanjut dari Sekretariat MKB Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Rinda Desianti di Tenggarong, Selasa.
Untuk memberikan dukungan agar Arsip Prasasti Yupa masuk dalam MKB, maka saat ini masih berlangsung Festival Memory Of Yupa 2025 di Museum Lesong Batu, Kecamatan Muara Kaman, Kukar, yang dibuka oleh Bupati Kukar Rendi Solohin, Senin kemarin.
Ia berharap melalui kegiatan ini diharapkan makin kuat dukungan publik agar Arsip Yupa yang merupakan bukti peradaban tertua di Nusantara, memperoleh pengakuan nasional dan setara dengan nilai sejarahnya.
"Penyelenggaraan festival ini menjadi sarana penting untuk memperkuat kampanye sebagai bentuk registrasi Arsip Prasasti Yupa sebagai nominasi MKB," kata Rinda.
Festival ini diawali dengan perjalanan rombongan menggunakan Kapal Pesut Mahakam dari Tenggarong menuju Muara Kaman, yakni perjalanan yang ditujukan untuk memperkuat pengalaman edukatif dan budaya.
Rombongan dalam perjalanan edukatif dan budaya ini terdiri dari perwakilan berbagai komunitas. Mereka juga diajak bernostalgia bahari, menyusuri sungai yang menjadi jalur utama peradaban masa lalu, sambil berbincang santai dengan narasumber kompeten di bidang sejarah.
"Rangkaian festival ini masih akan berlanjut dalam beberapa hari lagi, termasuk ada senam zumba bersama masyarakat, kegiatan Nyerawen, serta Story L.A yang merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar," katanya.
Ia menjelaskan bahwa Festival Memori Of Yupa tidak hanya dikemas sebagai ajang seni dan budaya, tetapi juga memiliki misi edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelestarian arsip sejarah.
"Prasasti Yupa bukan sekadar penanda masa lalu, tetapi merupakan identitas, kebanggaan, dan sumber pengetahuan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang," kata Rinda lagi
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026