Awal tahun pemerintah pusat sempat menahan proyek IKN

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Sejumlah proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, kembali menggeliatkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) kabupaten itu.

"Awal tahun pemerintah pusat sempat menahan proyek IKN," ujar Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro ketika ditanya mengenai dampak pembangunan infrastruktur IKN di Penajam, Rabu.

Ia mengatakan, tertahannya proyek pembangunan IKN bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang  berdampak terhadap realisasi PAD sektor pajak barang dan jasa tertentu.

Tetapi, kini realisasi PAD Kabupaten Penajam Paser Utara dari sektor pajak itu mulai mengalami perkembangan kendati masih melambat, dan diharapkan target PAD sektor PBJT tercapai hingga akhir 2025.

"PBJT tersebut antara lain, makan dan minuman, perhotelan serta jasa kesenian dan hiburan," katanya.

Realisasi PBJT jasa kesenian dan hiburan hingga saat ini tercapai Rp34,8 juta atau 90 persen dari target Rp38,7 juta, PBJT jasa perhotelan yang ditarget Rp610 juta telah terealisasi 51 persen atau Rp314 juta.

Kemudian tercatat PBJT makan dan minum sudah terkumpul sebesar Rp2,36 miliar atau 68 persen dari target Rp3,5 miliar.

"Pergerakan realisasi PBJT itu mulai bergerak perlahan setelah beberapa proyek IKN mulai dikerjakan," jelasnya.

Awal kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sempat berdampak pada pajak hiburan, perhotelan serta pajak makan dan minuman, kini tingkat hunian hotel, makan dan minum dan hiburan mulai menggeliat, demikian Hadi Saputro.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026