Penurunan TPT per tahun ini paling tidak dapat dilihat perkembangan sejak Februari 2021 yang tercatat ada 128.460 penganggur atau sebesar 6,81 persen

Samarinda (ANTARA) - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, menggambarkan bahwa lapangan pekerjaan masih bertambah di tengah jumlah tenaga kerja terus meningkat.

“Penurunan TPT per tahun ini paling tidak dapat dilihat perkembangan sejak Februari 2021 yang tercatat ada 128.460 penganggur atau sebesar 6,81 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Yusniar Juliana di Samarinda, Senin.

Kemudian pada Februari 2022 TPT turun menjadi 6,77 persen atau sebanyak 129.40 penganggur. Jumlah penganggur naik sedangkan persentase turun karena di tahun tersebut jumlah tenaga kerja di Kaltim mengalami peningkatan.

Kemudian, di Februari 2023 tercatat ada 123.060 penganggur atau turun menjadi 6,37 persen, di Februari 2024 terdapat 115.520 penganggur atau turun menjadi 5,75 persen, dan pada Februari 2025 jumlah penganggur sebanyak 113.170 orang atau turun dari menjadi 5,33 persen.

"Pada Februari 2025 ini TPT Kaltim sebesar 5,33 persen, sedangkan untuk untuk jumlah angkatan kerja di periode yang sama mengalami kenaikan sebanyak 113.639 orang jika dibandingkan dengan Februari 2024," katanya.

Yusniar melanjutkan, jumlah angkatan kerja di Kaltim pada Februari 2025 sebanyak 2.123.156 orang, naik 113.639 orang dibanding Februari 2024, dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) naik sebesar 0,09 persen.

Ia juga mengatakan bahwa jumlah penduduk yang bekerja di Kaltim di periode ini sebanyak 2.009.990 orang, meningkat sebanyak 115.996 orang dari Februari 2024.

Sedangkan lapangan usaha yang menyerap tambahan tenaga kerja terbanyak adalah dari sektor pertambangan dan penggalian, yakni mengalami penambahan mencapai 46.002 orang ketimbang periode sebelumnya.

Dari 2.009.990 penduduk yang bekerja, lanjut ia, sebanyak 1.066.892 orang atau mencapai 53,08 persen bekerja dengan status pekerjaan formal, turun 0,05 persen dibanding Februari 2024.

"Sedangkan untuk persentase pekerja setengah penganggur naik sebesar 1,58 persen, kemudian persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 2,81 persen dibandingkan Februari 2024," ujar Yusniar.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026