"Kami optimistis, realisasi pendapatan retribusi parkir tepi jalan bisa lebih Rp1 miliar. Hal tersebut berdasarkan realisasi pendapatan yang sudah tercapai pada periode Januari hingga Oktober 2014 yang sudah mencapai Rp965.138.000. Jadi, dengan sisa waktu dua bulan, kami yakin pendapatan dari parkir bisa mencapai hingga Rp1,2 miliar," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Abdullah, Kamis.
Target itu, kata Abdullah, melampaui realisasi tahun lalu (2013) yang hanya Rp985.814.000.
Apalagi, kata Abdullah, selama 2014 penerimaan parkir tepi jalan rata-rata Rp90 juta per bulan.
"Penerimaan retribusi parkir ini dihimpun dari 132 titik tepi jalan umum," kata Abdullah.
Untuk menekan kebocoran retribusi parkir, kata Abdullah, Dinas Perhubungan Kota Samarinda secara rutin melakukan pembinaan kepada para juru parkir.
"Juru parkir yang kami bina saat ini tercatat sekitar 80 orang. Secara rutin, kami melakukan pembinaan minimal sebulan sekali kepada juru parkir baik yang resmi maupun yang tidak resmi. Pembinaan ini efektif untuk menekan kebocoran penerimaan parkir di tepi jalan," ujar Abdullah.
Upaya lain untuk menekan kebocoran lanjut dia, yakni dilakukannya parkir berlangganan.
"Pada 2015, kami akan terapkan sistem parkir berlangganan. Parkir berlangganan ini sudah diatur melalui Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha. Salah satu isi perda itu yakni, bisa dilakukan parkir sistem berlangganan," tutur Abdullah.
Penerapan parkir berlangganan itu akan dilakukan bersamaan dengan pengujian kendaraan bermotor.
"Jadi, ketika warga mengurus KIR juga harus menyelesaikan parkir berlangganan yang berlaku enam bulan. Saat pembayaran akan diterbitkan stiker dan bukti pembayaran," ungkap Abdullah.
Tarif berlangganan untuk bus, truk dan kendaraan besar lainnya per Rp50 ribu per tahun yang dibayarkan setiap enam bulan. (*)
Pewarta: Amirullah: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.