Kegiatan fisik antara lain digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Posyandu,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) untuk kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) di Provinsi Kaltim pada 2014 mencapai Rp135,6 miliar baik untuk kegiatan fisik maupun untuk modal usaha.

"Kegiatan fisik antara lain digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Posyandu," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim Moh Jauhar Efendi di Samarinda, Selasa.

Ia mengatakan, sedangkan bantuan modal usaha adalah untuk mengembangkan usaha yang dirintis kaum perempuan

Dia mengatakan, dana yang sebesar Rp135,6 miliar tersebut bersumber dari APBN senilai Rp78,27 miliar dan yang bersumber dari APBD di tujuh kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp15,98 miliar, kemudian ada tambahan lagi dari lima kabupaten dengan nilai Rp57,37 miliar.

Jauhar yang didampingi Kepala Bidang Ketahanan dan Sosial Budaya Masyarakat Musa Ibrahim mengatakan, rincian dari tujuh kabupaten yang mengalokasikan BLM untuk kegiatan di masing-masing daerahnya adalah Kabupaten Berau senilai Rp1,62 miliar dan dari APBN senilai Rp10,68 miliar.

Kemudian APBD Paser mengalokasikan Rp1,88 miliar dan dari APBN senilai Rp8,82 miliar, APBD Kabupaten Kutai Kartanegara mengalokasikan Rp3,32 miliar dan dari APBN senilai Rp15,58 miliar.

APBD Kutai Timur mengalokasikan Rp4 miliar dan dari APBN Rp18,5 miliar, APBD Penajam Paser Utara mengalokasikan Rp690 juta dan dari APBN Rp4,11 miliar, APBD Mahakam Ulu senilai Rp1,12 miliar dan dari APBN Rp5,38 miliar.

"Setelah kepala daerah di kabupaten melihat tentang besarnya manfaat dana yang dikelola melalui PNPM-MPd, maka terdapat lima dari kabupaten itu menambahkan dananya lagi karena masyarakat sangat terbantu dengan program tersebut," ujarnya.

Menurut dia, lima kabupaten yang menambahkan dana BLM itu adalah Berau dengan nilai Rp5,4 miliar atau naik 233 persen dari alokasi awal, Paser senilai Rp14,88 miliar atau naik 691 persen dari alokasi awal.

Selain itu, katanya, kemudian Kutai Kartanegara menambah Rp19,07 miliar atau naik 474 persen dari alokasi awal, Kutai Barat menambahkan Rp3,35 miliar atau naik 101 persen, dan Penajam Paser Utara menambahkan Rp5,5 miliar atau naik 697 persen dari alokasi semula.   (*)


Pewarta: M Ghofar
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026