Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, Senin, meminta seluruh kepala sekolah di daerah itu untuk membuat program kunjungan ke Kampung Tenun yang terletak di Samarinda Seberang sebagai salah satu program studi wisata.
ungkap Nusyirwan Ismail pada peluncuran seragam sekolah bermotif Sarung Samarinda di SMP Negeri 35.
Pada peluncuran seragam sekolah bermotif Sarung Samarinda di SMP Negeri 35, Nusyirwan Ismail menilai itu penting mengingat, pangsa pasar kain tenun itu sendiri kini terus terbuka lebar sehingga para pengrajin di Samarinda kewalahan menghadapi permintaan konsumen.
"Untuk menyikapi hal itu, paling tidak sebagai langkah awal para siswa bisa diajak belajar menenun atau mempelajari sejarah kain tenun di Kelurahan Baqa dan Kelurahan Masjid yang ada di Samarinda Seberang," katanya.
Menurut dia, terhitung sejak Senin (10/3) SMPN 35 mewajibkan para pelajarnya menggunakan seragam dari bahan Sarung Samarinda.
Kebijakan Kepala SMPN 35 itu, menurut Nusyirwan Ismail, sebagai bentuk kepedulian dunia pendidikan terhadap Sarung Samarinda yang dicanangkan sebagai produk asli daerah itu.
"Peluang inilah yang harus bisa dimanfaatkan para pelajar sebagai generasi muda di Samarinda khususnya dalam mengembangkan jiwa `enterpreneur` muda. Mungkin nanti, para pelajar disini menjadi pengusaha maupun desainer dengan mengembangkan kreatif dalam mengolah sarung sebagai pakaian jadi yang elegan," ujar Nusyirwan Ismail.
Dia mengatakan, baju berbahan sarung Samarinda saat ini bisa digunakan di berbagai kesempatan baik resmi maupun tidak resmi.
"Tentunya, semua ini menjadi tantangan yang menjadi ladang usaha yang menjanjikan," ujar Nusyirwan Ismail.
Sementara, Kepala Sekolah SMP Negeri 35 Slamet Diyono mengutarakan peluncuran seragam sekolah yang diperuntukan bagi 602 siswa di sekolahnya itu merupakan bagian dari upaya mendukung program Pemkot Samarinda.
"Khususnya, dalam mempromosikan dan memasyarakatkan kain Sarung Samarinda yang kini menjadi ikon Kota Tepian," ungkap Slamet Diyono. (*)
Pewarta: AmirullahEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.