Beberapa kali kami mendatangi kantor pos di Kecamatan Nunukan tidak pernah mendapatkan materai baik 3000 maupun 6000,"
Nunukan (ANTARA Kaltim) - Masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengeluhkan materai di kantor pos setempat akhir-akhir ini langka.

Masnah, warga Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan di Nunukan, Jumat mengaku heran Kantor Pos Kecamatan Nunukan seringkali kehabisan materai pada saat masyarakat membutuhkannya.

Ia mengatakan, pada akhir tahun seperti ini masyarakat khususnya kalangan pengusaha di daerah itu membutuhkan materai dibandingkan hari-hari biasa karena pada umumnya akan mencairkan anggaran proyek.

"Beberapa kali kami mendatangi kantor pos di Kecamatan Nunukan tidak pernah mendapatkan materai baik 3000 maupun 6000," katanya.

Masnah mensinyalir Kantor Pos Kecamatan Nunukan lebih mengutamakan pengusaha yang memperjualbelikan materai dengan harga lebih tinggi dibandingkan melayani masyarakat yang datang membeli dalam jumlah sedikit.

"Sepertinya Kantor Pos Nunukan lebih mengutamakan masyarakat (pengusaha) yang membeli dalam jumlah banyak dibandingkan masyarakat biasa yang hanya membeli sedikit," ujarnya.

Ia mengatakan, harga materai 6000 di toko-toko mencapai Rp10.000 per lembar dan materai 3000 dijual seharga Rp5.000-Rp6.000 per lembar.

Dengan melonjaknya harga mataerai pada saat dibutuhkan masyarakat setempat, Masnah mencurigai adanya konspirasi pegawai Kantor Pos Kecamatan Nunukan dengan orang tertentu yang menjual kembali materai tersebut.

Kepala Kantor Pos Kecamatan Nunukan, Carianto melalui stafnya, mengaku akhir-akhir ini seringkali tidak memiliki stok materai karena kurangnya suplai dari Kantor Pos Kota Tarakan.

"Kita memang sering kehabisan materai karena kurang kiriman dari Kantor Pos (Kota) Tarakan akhir-akhir ini," ujar dia.

Ia juga mengakui, kalaupun ada kiriman materai biasanya habis dalam waktu sekejap karena telah diborong oleh orang atau bahkan materai yang diorder tersebut telah dipesan oleh orang tertentu.

Pantauan di Kantor Pos Kecamatan Nunukan, ternyata ketersediaan materai di kantor pos memang tidak ada kecuali di toko-toko tertentu yang menjual dengan harga Rp12.000 per lembar.

Staf Kantor Pos Kecamatan Nunukan yang dikonfirmasi terkait adanya materai dengan harga tinggi, dia berkilah materai tersebut diperoleh dari Sulawesi Selatan karena beberapa hari ini tidak mendapatkan pasokan materai dari Kantor Pos Kota Tarakan.

"Materai yang dijual di toko-toko itu mungkin dibeli dari Sulawesi Selatan karena kita disini sudah beberapa hari ini tidak dapatkan kiriman dari Kantor Pos Tarakan," ujar dia.   (*)

Pewarta: M Rusman
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026