Apabila populasi sapi terus meningkat dari jumlah sekarang yang sebanyak 116.000 ekor, maka ke depan di Kaltim dan Kaltara akan bisa swasembada daging,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendistribusikan sebanyak 8,000 ekor sapi bibit dan induk sapi kepada peternak yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) guna mempercepat peningkatan populasi sapi.

"Apabila populasi sapi terus meningkat dari jumlah sekarang yang sebanyak 116.000 ekor, maka ke depan di Kaltim dan Kaltara akan bisa swasembada daging," kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya di Samarinda, Jumat.

Ia mengatakan, khusus untuk sapi bibit, pada 2013 ini terdapat sembilan kabupaten/kota yang mendapat bantuan bibit ternak, seperti untuk peternak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat 210 ekor untuk 11 kelompok ternak.

Sementara peternak di Kabupaten Penajam Paser Utara, katanya, mendapat 20 ekor sapi untuk satu kelompok peternak, peternak di Kabupaten Kutai Barat menerima 100 sapi untuk empat kelompok.

Selain itu peternak di Kota Tarakan menerima 150 ternak bibit untuk tujuh kelompok, Kabupaten Bulungan menerima bantuan 201 ekor untuk enam kelompok, Kabupaten Malinau mendapat 100 bibit sapi dan kerbau untuk empat kelompok dan Kabupaten Berau 400 bibit ternak untuk 11 kelompok.

Dia mengatakanm bantuan bibit ternak untuk peternak di Kabupaten Tana Tidung sebanyak 100 kerbau dan sapi untuk empat kelompok peternak, serta Kabupaten Nunukan mendapat 150 sapi untuk lima kelompok peternak.

Program distrbusi bibit ternak sapi maupun kerbau tersebut, menurut dia, merupakan bantuan dari Ditjen Peternekan Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, tujuannya adalah agar populasi ternak di Kaltim terus meningkat guna mencapai swasembada daging.

Dadang mengatakan, dalam upaya mendorong perkembangan peternakan, Pemprov Kaltim telah menyediakan kredit permodalan untuk usaha melalui lembaga keuangan daerah, yakni melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim pada 2013 yang saat ini sudah terserap sekitar Rp20 miliar.   (*)

Pewarta: M Ghofar
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026